Sabtu, 29 Juni 2013

PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN MASA PRENATAL  

A.    Konsepsi dan awal kehidupan
Periode prenatal atau masa sebelum kelahiran adalah periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan kelahiran seorang individu. Masa ini pada umunya berlangsung selama sembilan bulan sebelum lahir. Periode ini merupakan periode perkembangan manusia yang paling singkat, tetapi justru pada periode inilah dipandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu.

B.     Arti penting periode prenatal bagi perkembangan
Pembuahan sel telur wanita oleh sperma laki-laki dianggap sebagai salah satu masa yang sangat penting dan menentukan perkembangan manusia pada periode-periode selanjutnya. ada empat kondisi penting yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangan individu baru dimasa yang akan datang, yaitu :
a.       Penentuan sifat bawaan
Waktu pembuahan dipandang sangat penting karena pada saat inilah ditentukan sifat bawaan dari individu yang baru terbentuk. Hal ini adalah karena dalam masing-masing sel kelamin, baik sel pria maupun sel wanita, terdapat 23 pasang kromosom, dan setiap kromosom mengandung ribuan partikel yang dinamakan “gen”. Gen inilah yang dipandang sebagai faktor penentu keturunan.
Secara umum manusia yang satu dengan manusia lainnya mempunyai variasi yang sangat berbeda-beda di dalam genetik. Anggota keluarga bisa mirip, namun orang yang tidak mempunyai hubungan darah akan memperlihatkan ciri yang berbeda. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal, yaitu :
·         Faktor keturunan membatasi sejauh mana individu dapat berkembang
·         Bahwa sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan

b.      Penentuan jenis kelamin
Penentuan jenis kelamin individu merupakan unsuur penting kedua yang terjadi pada saat pembuahan. Jenis kelamin ini bergantung pada jenis spermatozoa yang menyatu dengan ovum. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa sel benih mengandung 23 kromosom. Salah satu dari 23 pasang kromosom ini terdapat kromosom jenis kelamin.
Ketika sel-sel sperma pria dan sel-sel telur wanita telah bersatu, maka tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengubah jenis kelamin individu baru yang telah dibentuk. Jenis kelamin anak yang ditentukan pada saat pembuahan ini secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi pola perilaku dan pola keepribadian sepanjang hidup individu yang bersangkutan.
c.       Penentuan jumlah anak
Peristiwa penting ketiga yang terjadi saat pembuahan adalah penentuan jumlah anak, apakah kelahiran berbentuk tunggal atau kembar. Meski umumnya dalam peristiwa kelahiran hanya satu anak yang dilahirkan, namun sering juga terjadi kelahiran kembar, baik kembar dua, tiga, empat maupun kembar lima. Kelahiran anak kembar ini terjadi apabila ovum yang telah dibuahi oleh satu spermatozoa membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel. Jika ini terjadi akan menghasilkan kembar identik. tapi kalau dua ovum dibuahi secara bersamaan oleh spermatozoa yang berlainan akan menghasilkan kembar non-identik.
Dilihat dari perspektif perkembangan, kelahiran anak kembar dan tunggal ini memiliki perbedaan yang signifikan, serta mempunyai pengaruh terhadap pola perkembangan sebelum dan sesudah lahir. Dalam lingkungan sebelum lahir, anak dari kelahiran kembar berbeda dalam hal penting dari anak tunggal. Bagi anak tunggal uterus ibu sepenuhnya dimilikinya, sehingga ia dapat bebas bergerak dan berkembang. Sedang bagi anak kembar, ia terpaksa berdesakan diruang alamiah itu. Akibatnya, salah satu diantaranya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan daripada yang lain. Lebih jauh, anak kelahiran kembar sering lahir prematur karena rahim tidak mampu lagi merenggang seiring dengan bertambah besarnya janin. Meski ini tidak selalu benar, tetapi cacat fisik atau psikologis lebih sering terjadi pada anak kembar daripada anak tunggal. Kemudian dalam lingkungan pasca lahir, anak kelahiran kembar juga berbeda dengan anak kelahiran tunggal. Bayi kelahiran tunggal sudah tentu akan menerima perhatian penuh dari kedua orang tuanya. Sebaliknya, bayi kelahiran kembar harus berbagi waktu dan perhatian orang tua.

d.   Penentuan urutan anak
Posisi anak dalam urutan persaudaraan merupakan kondisi keempat yang ditentukan pada saat pembuahan, dan mempunyai pengaruh mendasar terhadap pengaruh selanjutnya. Hal ini adalah karena umumnya orang tua memiliki sikap, perlakuan dan memberika peran yang spesifik terhadap anak tunggal, anak menengah, anak tertua, atau anak bungsu. Sikap, perlakuan, dan peran yang diberikan orang tua sesuai dengan tempat dan urutannya dalam keluarga ini mempunyai pengaruh terhadap kepribadian dan pembentukan sikap anak, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain, serta menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya dalam mengembangkan pola perilaku tertentu.

C.     Faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan prenatal
Telah dijelaskan bahwa periode prenatal merupakan periode yang sangat penting dan menentukan perkembangan individu pada periode selanjutnya. Selama periode ini, rahim merupakan lingkungan yang sangat mempengaruhi perkembangan janin. Umumnya, kondisi rahim ibu sangat nyaman bagi janin dan terlindung dari tiap gangguan. Tapi, hal ini tidak berartu bahwa janin tersebut secara absolut luput dari pengaruh luar .
Sebagian besar proses pertumbuhan janin bergantung pada kondisi internal ibu, baik fisik maupun psikisnya. Sebab, ibu dan janinnya merupakan satu kesatuan unit organik yang tunggal. Semua kebutuhan ibu dan janin dipenuhi melalui proses fisiologis yang sama. Demikian juga tiap gerakan yang dilakukan ibu dapat memberikan rangsangan berupa pegalaman indera yang beraneka ragam. Karenanya kesehatan ibu, pengaturan diet, pemakaian obat, serta kondisi emosional ibu dapat memberi pengaruh kimia prenatal yang berakibat kerusakan sel dan merupakan kejadian traumatik. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan prenatal antara lain ;
a.       Kesehatan ibu
Penyakit yang diderita ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan masa prenatal. Apalagi jika penyakit ini bersifat kronis, seperti kencing manis. TBC, dan sebagainya. Demikian pula jika terjadi benturan jika janin berusia tiga bulan disertai gangguan kesehatan pada ibu, seperti influenza atau cacar.
b.      Gizi ibu
Faktor lain yang cuup berpengaruh terhadap masa prenatal adalah gizi ibu. Hal ini adalah karena janin yang sedang berkembang sangat bergantung pada gizi ibu, yang diperoleh melalui darah ibunya. Karenanya makanan ibu-ibu yang sedang hamil harus mengandung cukup protein, lemak, vitamin, dan cukup karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi. Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan gizi cenderung cacat.
c.       Pemakaian bahan-bahan kimia oleh ibu
Bahan-bahan kimia yang terdapat pada obat-obatan atau makanan yang ada dalam peredaran darah ibu yang tengah hamil, dapat mempengaruhi perkembangan janin. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menimbulkan efek samping, baik pada fisik maupun pada sistem kimiawi dalam tubuh janin, yang dinamakan metabolite. Bahan-bahan kimia juga dapat mempengaruhi lingkungan didalam rahim ibu yang secara tidak langsung juga mempengaruhi janin.
d.      Keadaan dan ketegangan emosi ibu
Keadaan emosional ibu selama kehamilan juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan masa prenatal. Hal ini karena ketika ibu hamil merasa ketakutan, kecemasan, stres, dan emosi lain yang mendalam, maka terjadi perubahan psikologis, antara lain meningkatnya pernapasan dan sekresi oleh kelenjar. Adanya produksi hormon adrenalin sebagai tanggapan terhadap ketakutan akan menghambat aliran darah kedaerah kandungan dan membuat janin kekurangan udara.
Ibu yang mengalami kecemasan berat dan berkepanjangan sebelum atau semasa kehamilan, kemungkinan besar mengalami kesulitan medis dan melahirkan bayi yang abnormal dibandingkan dengan ibu yang relatif tenang dan aman. Goncangan emosi diasosiasikan dengan kejadian aborsi spontan, kesulitan proses lahir, kelahiran prematur dan penurunan berat, kesulitan pernapasan dari bayi yang baru lahir dan cacat fisik.

D. Tahap-tahap kelahiran dan pengaruh kelahiran terhadap perkembangan
a.       Tahap-tahap kelahiran
Para ahli psikologi perkembangan membagi proses kelahiran dalam tiga tahap, yaitu :
·         Tahap pertama, terjadi kontraksi peranakan yang berlangsung 15 hingga 20 menit pada permulaan dan berakhir hingga satu menit. Kontraksi ini menyebabkan leher rahim terentang dan terbuka. Saat tahap pertama berlangsung, kontraksi semakin sering, dan terjadi setiap 2 hingga 5 menit. Intensitasnya juga meningkat. Pada akhir tahap pertama kelahiran, kontraksi memperlebar leher rahim hingga terbuka sekitar 4 inchi sehingga bayi dapat keluar dari saluran peranakan ke saluran kelahiran.
·         Tahap kedua, dimulai ketika kepala bayi bergerak melalui leher rahim dan saluran kelahiran. Tahap ini berakhir ketika bayi benar-benar keluar dari tubuh ibu. Tahap ini berlangsung kira-kira 1,5 jam.
·         Tahap ketiga setelah bayi lahir. Pada waktu ini ari-ari, tali pusar, dan selaput lain dilepaskan dan dibuang. Tahap akhir inilah yang paling pendek, yang berlangsung hanya beberapa menit saja.
b.      Pengaruh kelahiran terhadap perkembangan pascalahir
·         Jenis kelahiran
Secara umum kelahiran dapat dibedakan atas lima jenis: (1)kelahiran normal atau spontan, (2)kalahiran dengan peralatan, (3)kelahiran sunsang, (4)kelahiran melintang, dan (5)kelahiran melalui pembedahan caesar. Bayi yang lahir secara spontan biasanya lebih cepat dan berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dibanding bayi yang mengalami proses kelahiran yang lama dan sulit, serta menggunakan alat pembedahan.
·         Pengobatan ibu
Belakangan ini, ibu-ibu yang akan melahirkan sering menggunakan obat-obatan dengan maksud menghilangkan rasa sakit atau untuk mempercepat proses kelahiran. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak obat yang diberikan, semakin lama dan sulit bayi menyesuaikan diri dengan kehidupan pascalahir.
·         Lingkungan pralahir
Tiap kondisi dalam lingkungan pralahir yang menghalangi perkembangan janin sesuai dengan tabel waktu yang normal, akan lebih banyak mengakibatkan kesulitan pada saat lahir dan penyesuaian pascalahir dibanding dengan kondisi lingkungan yang nyaman.
·         Jangka waktu periode kehamilan
Walaupun lama rata-rata periode kehamilan 38 minggu, namun hanya sedikit waktu yang lahir tepat waktu. Ada kalanya bayi lahir lebih awal dari waktu rata-rata (prematur), dan adakalanya pula bayi lahir lebih lambat (postmatur). Bayi yang lahir prematur biasanya berat lahirnya rendah, beresiko tinggi, dan  cenderung memperlihatkan gejala perkembangan yang berbeda dengan bayi yang lahir tepat waktu atau lenih lambat. Bayi postmatur biasanya lebih cepat dan berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan pascalahir. Sebaliknya, bayi prematur lebih susah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan pascalahir.
·         Perawatan pascalahir
Kelahiran merupakan suatu “drama penjebolan” secara drastis, yang disertai dengan perubahan-perubahan kondisi secara radikal revolusioner dari seorang bayi. Hal ini dapat dipahami, sebab setelah selama 9 bulan berada dalam lingkungan rahim yang aman dan stabil, janin tiba-tiba berada pada lingkungan yang berbeda dan bervariasi. Perbedaan yang besar antara lingkungan intern dan lingkungan ekstern ini mengharuskan bayi beradaptasi secara radikal dan cepat. Keharusan adaptasi yang tidak disertai kemampuan untuk melakukannya, karena bayi masih sangat lemah, menuntut perhatian dan perawatan dari orang tua, terutama ibu.
·         Sikap orang tua
Bila sikap orang tua menguntungkan, hubungan orang tua dan anak akan baik. Hubungan baik ini akan dapat membantu bayi dalam beradaptasi dengan lingkungan baru pascalahir.

E.    Implikasi bagi bimbingan dan konseling
Bagi seorang konselor mengetahui segala kejadian pada masa prenatal sangat penting untuk dapat memahami secara utuh pola perkembangan yang normal seorang individu. Perkembangan yang dimaksud bukan hanya perkembangan fisik semata, namun perkembangan-perkembangan bakal kognisi, afeksi, dan psikomotor juga ikut berkembang secara tidak sadar. Umumnya para konselor hanya mempelajari perkembangan psikologi anak pasa saat mereka sudah lahir di dunia, dan mengabaikan perkembangan yang utuh pada saat seorang individu masih dalam kandungan. Karenanya mulai sekarang, mempelajari perkembangan individu di masa prenatal tidak kalah pentingnya.

PERKEMBANGAN MASA BAYI
A.Pengertian masa bayi  neonatal
            Masa bayi neonatal  merupakan permulaan atau periode awal keberadaan sebagai individu dan sebagai seorang anak yang dalam kehidupan yan pertama. Masa bayi di anggap sebagai masa dasar , karena merupakan dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk. Masa bayi berlangsung 2 tahun setelah periode bayi baru lahir. Masa bayi disebut juga :
a.       Masa dasar yang sesungguhnya
b.      Masa di mana perubahan dan perubahan berjalan cepat
c.       Masa berkurangnya ketergantungan
d.      Masa meningkatnya individualism
e.       Masa permulaan berkembanganya penggolongan peran seks
f.       Masa yang menarik
g.      Masa permulaan kreativitas
h.      Masa berbahaya

B. Ciri-Ciri bayi neonatal
            1. Masa periode tersingkat dari semua periode perkembangan.
            Masa inidimulai dari kelahiran sampai bayi menjelang 2 minggu, di mana si bayi harus menyesuaikan kehidupan di luar rahim ibu. Menurut kriteria medis masa ini akan berakhir sampai tali pusar lepas dari pusarnya. Menurut kriteria fisiologi berakhir sesudah gemuk kembali setelah kehilangan berat badan sesudh melahirkan. Menurut psikologi  berakhir pada bayi mulai menunjukan tanda-tanda kemajuan perkembangan perilaku.
                        Walaupun singkat masa bayi pada umumnya di bagi menjadi dua periode :
1.      Periode partunate
periode ini bermula dari keluarnya janin dari rahim ibu dan berakhir setelha tali pusar di potong dan di ikat.
2.      Periode neonate
Periode ini bermula dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar akhir minggu kedua dari kehidupan di luar tubuh ibu ( pascamatur )
            2.Masa terjadinya penyesuaian yang radikal
            Periode ini adalah suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar. Tidak semua bayi mudah mengalami penyesuaian adajuga yang mengalami kegagalan. Miller mengatakan “ Dalam seluruh kehidupannya , tidak pernah terjadi perubahan lokasi yang sangat tiba-tiba dan sangat menyeluruh”.
            3.Masa terhentinya perkembangan
            Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang terjadi selama periode pranatal tiba-tiba terhenti dan mengalami kemunduran seperti : tutunnya berat badan dan kecenderungan menjadi kurang sehat. Namun, pada akhir periode bayi, keadan perkembangan bayi mulai kembali seperti pada waktu di lahirkan.
            4.Pendahuluan dari perkembanga selanjutnya
            Tidak ada yang dapat meramalkan secara tepat bagaimana perkembangan individu di masa depan, namun perkembangan bayi yang baru lahir dapat member petunjuk tentang apa yang dapat diharapkan.
            5.Periode yang berbahaya
            Dalam periode ini sangat berbahaya, baik secara fisik maupun psikologis. Secara fisik periode berbahaya karena sulitnya mengadakan peyesuaian secara radikal  yang penting pada lingkugan baru dan sangat berbeda, hal ini terbukti dengan tingginya tingkat kematian. Secara psikologis saat terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarti bagi bayi.
C. Berbagai penyesuaian pokok yang dilakukan bayi neonatal
            Bayi neonatal harus melakaukan 4 penyesuaian pokok sebelum mereka melanjutkan kemajuan perkembangan yakni :
a.       Perubahan suhu
Didalam rahim ibu suhunya tetap 100◦F, sedangkan dirumah sakit atau di rumah bekisar 60-70◦F.
b.      Bernafas
Kalau tali pusar di putus bayi harus bernafas sendiri
c.       Mengisap dan menelan
Bayi harus memperoleh makanan dari mengisap dan menelan, tidak lagi memperolehnya melalui tali pusar. Reflek-reflek ini belum berkembang sempurna sehingga terkadang bayi sering kekurangan makanan dan berat badan menurun.

d.      Pembuangan
Alat-alat pembuangan bayi mulai berfungsi segera setelah dilahirkan,sebelumnya pembuangan dilakukan melalui tai pusar.
D. Kondisi yang mempengaruhi penyesuaian diri pada kehidupan pascanatal
a.       Lingkungan Prenatal
            Lingkungan pranatal yang baik akan memberi penyesuaian diri yang baik pada kehidupan pascanatal. Di lain pihak, terdapat banyak macam gangguan di dalam rahim ibu yang membuat bayi terpaksa lahir seperti perawatan ibu yang kurag baik selama hamil, kekurangan gizi akibat kemiskinan, acuh tak acuh terhadap kehamilannya dan si ibu yang emmiliki penyakit diabetes, itu semua menyebabkan bayi sulit dalam penyesuaian dan tingkat kematian lebih tinggi.
            Bayi yang di lahirkan dengan latar belakang seperti itu adalah bayi yang neurotic,yang disebabkan karena lingkunagn janin yang kurang memuaskan. Dalam hal ini tidak perlu menunggu masa kanak-kanak atau situasi rumah yang buruk atau sebab-sebab lain untuk menjadikannya seorang neurotic. Hal ini sudah terjadi baginya sekalipun ia belum melihat matahari.
b.      Jenis Persalinan
            sekalipun teknologi medis canggih namun persalinan merupakan pengalaman yang berbahaya. Ada 5lima macam persalinan yaitu :
a.       Alamiah atau spontan
Dalam persalinan alamiah, posisi dan besarnya janin dalam hubungannya dengan alat-alat reproduksi ibu memperrmudah bayi lahir.secara normal dengan posisi kepala di bawah. Biasanya bayi yang lahir normal lebih berhasil menyesuaikan diri terhadap lingkungan pascanatal.
b.      Pembedahan Caesar
Jika hasil pemeriksaan sebelum persalinan menunjukan akan terjadi komplikasi bila bayi keluar melalui saluran lahir, maka bayi harus dikeluarkan melalui pembelan didinding perut ibu. Bayi yang lahir melalui pembelahan Caesar biasanya lebih sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan pascanatal, cenderung pendiam dan tidak banyak nangis.
c.       Sungsang
Dalam kelahiran sungsang dimana bayi keluaw diawali dengan bokong terlebih dahulu kemudian di susul oleh kaki dan akhirnya kepala.
d.      Melintang
Posisi janin melintang dalam rahim ibu. Dalam hal ini harus menggunakan alat-alat untuk persalinan kecuali kalau posisi bayi dapat berubah sebelum proses kelahiran mulai.
e.       Alat
Kalau janin terlalu besar sehingga tidak dapat keluar secara spontan atau posisinya sedemikian rupa sehinga tidak memungkinkan untuk persalianan normal, harus menggunakan alat untuk membatu persalinan.

c.       Pengalaman yang Berhubungan dengan Persalinan
            Ada 2 pengalan yang berpengaruh besar pada penyesuaia pascanatal yaitu seberapa jauh ibu terpengaruh oleh obat-obatan selama proses persalinan dan mudah atau sulitnya bayi dapat bernafas. Bayi yang ibunya banyak mengonsumsi obat-obatan selama persalinan menunjukan perilaku yang kurang teratur , mengantuk selama tiga hari atau lebih setelah dilahirkan dan berat badannya menurun dan memerlukan aktu yang lama untuk mengembalikan seperti semula. Berbeda dengan bayi yang ibunya jauh dai pengaruh obat-obatan selama persalinan.
            Gampang tidaknya bayi bernafas juga mempengaruhi  penyesuaian diri. Kalau terjadi gangguan dalam penyediaan oksigen untuk otak sebelum atau selama persalinan anoxia, maka bayi akan mati. Adapum hidup mungkin ia akan menderita kerusakan otak sementara ataoun selamanya. Meskipun anoxia dapat terjadi pada persalinan namun lebih sering terjadi pada peralinan cepat yaitu persalinan yang berlangsung kurang dari 2 jam.
d.      Lamanya Periode Kehamilan
            Mereka yang dilahirkan sebelum waktunya dikenal sebagai bayi-bayi premature, sedangkan yang lahirnya melewati waktunya dikenal sebagai postmatur atau bayi postterm. Bayi premature memiliki beberapa kriteria di antaranya rendahnya berat badannya,usia kehamilan,pengerasan tulang,lingkar kepala, iritabilitas,refleks,keadaan gizi dan penilaian neurilogis. Namun, sedikit peneliti yang menggunakan kriteria tersebut. Dalam banyak kasus, kalau panjang bayi 20 inci atau lebih dan beratnya 8 pon atau lebih, maka bayi dianggap bayi yang terlambat lahir. Kalau panjangnya kurang dari 19 inci dan beratnya 5 pon 8 ons atau kurang maka bayi di anggap bayi yang belum cukup umur. Semakin banyak kurangnya dari yang normal bagi kelompok jenis kelamin dan ras,semakin dianggap sebagai belum cukup umur. Sebaliknya semakin banyak melenihi dari yang normal, semakin dianggap bayi yang lahir terlambat. Bayi-bayi yang lahir lewat umur lebih cepat dan lebih berhasil menyesuaikan diri sedangkan nayi-bayi yang belum cukup umur biasanya mengalami komplikasi dalam penyesuaian diri dengan lingkungan pascanatal.
e.       Sikap Orang Tua
            Cepat atau berhasilnya bayi yang baru lahir menyesuaikan diri dengan kehidupan pascanatal sangat dipengaruhi sikap orang tua. Kalau sikap orang tua kurang menyenangkan apapun alasannya hal ini dapat membuat bayi akan menghalangi keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan pascanatal. Sebaliknya, jika orang tua sikapnya menyenangkan dan memperlakukan bayi sedemikian rupa akan mendorong penyesuaian yang baik. Sekalipun sikap ibu lebih penting daripada sikap ayah, namun sikap ayah tidak dapat diabaikan. Secara tidak langsung sikap ayah mempengaruhi sikap ibu. Secara langsung sikap ayah penting karena pengaruhnya pada ara ayah menghadapibayinya yang baru lahirdan cara mereka merawat bayi setelah bayi dibawah pulang ke rumah dari rumah sakit. Kondisi yang mempengaruhi sikap orang tua terhadap bayi :
1.      Persaingan tugas sebagai orang tua
2.      Pengalaman melahirkan
3.      Kondisi fisik ibu setelah melahirkan
4.      Cemas tentang biaya
5.      Cacat
6.      Penyesuaian diri bayi pascanatal
7.      Tangisan bayi
8.      Kebencian orang tua pada perawatan, privasi, dan biaya pengeluaran
9.      Gelisah tentang kenormalan bayi
10.  Gelisah tentang kelangsungan hidup bayi.
f.       Perawatan Pascanatal
            Secara keseluruhan mutu perawatan pascanatal amat penting dalam menentukan jenis penyesuaian diri yang dilakukan bayi. Ketiga aspek itu adalah banyaknya perhatian yang diperoleh bayi untuk meyakinkan kebutuhannya akan dipenuhi dan dalam waktu yang relative cepat, banyak rangsangan yang diperoleh dari waktu ke waktu sejak dilahirkan, dan derajat kepercayaan orang tua terutama ibu dalam memenuhi kebutuhan bayi.
E.     Ciri-ciri bayi
            Karena adanya bayi premature dan pascamatur maka jelaslah bahwa tidak semua bayi menunjukan tingkat perkembangan fisik dan mental yang sama.
a.       Perkembangan Fisik
1.      Ukuran
            Saat dilahirkanbayi biasanya memilki berat 3 kg dan panjang 50 cm. pada bayi yang aktif perbandingan berat dan panjang lebih kecil dibandingkan janin yang kurang aktif. Pada umumnya bayi laki-laki lebih berat dan lebih panjang dibandingkan perempuan. Terdapat perbedaan individual yang mencolok antara bayi laki-laki dan perempuan.
2.      Anggota Tubuh Bayi
            Otot-otot bayi bayi yang baru lahir umumnya halus,kecil dan tidak terkendali. Tulang sma halnya dengan otot halus dan lentur sehingga mudah patah dan retak. Kulitnya halus dan gampang terkena bisul. Dagingnya kuat dan elastis. Kulit bayi putih lebih terang karena pertubuhannya lama, sedangkan kulit bayi yang buakn putih akan lebih gelap. Sering terdapat rambut-rambut halus dipunggung bayi tetapi itu semua akna segera hilang. Mata bayi kulit putih berwarna biru keabu-abuan sebelum berubah menjadi warna tetap. Mata bayi yang bukan kulit outih berwarna hitam kecoklatan sebelum berubah menjadi warna tetap.
3.      Proporsi Fisik
            Bayi yang baru lahir bukanlah miniature orang dewasa, kepalanya kira-kira seperampat dari panjang tubuh, kepala orang dewasa kira-kira sepertujuh dari panjang tubuh. Tengkorak diaats maat perbandingannya lebih besar di bandingkan bagian tengkorak lainnya,dagunya sangat kecil,ukuran mata hamper sempurna,hidung sangat kecil dan hampir rata dengan mulut,lehernya sangat pendek sehingga tidak terlihat, bahu sempit ,perut buncit,tangan dan kakinya kecil.
4.      Fungsi Fisiologis
            Dengan tangisan bayi pada waktu dilahirkan paru-paru dipompa dan pernafasan dimulai. Denyut jantung bayi yang baru lahir lebih cepat dibandingkan orang dewasa karena jantung bayi lebih kecil dibandingkan  nadinya. Kalau pergerakan tubuh dibatasin dengan membungkus tubuh bayi, maka denyut jantung akan lebih stabil. Akibatnya bayi lebih tenang,tidur lebih banyak,dan mempunyai denyut jantung lebih rendah. Bayi yang sehat subu tubuh lebih tinggi dan banyak berubah dibandingkan orang dewasa.
            Gerakan reflex berupa mengisap terjadi bila si bayi lapar dan bibirnya disentuh. Irama lapar pda bayi belum teratur sampai beberapa minggu setelah lahir hal ini membuat tuntutan lapar tidak teratur sehingga kontraksi lapar pada bayi lebih hebat di bandingkan orang dewasa, sehingga bayi mengalami sakit saat benar-benar lapar. Pembuangan kotoran bayi dimulai beberapa jam setelah lahir yang biasa terjadi dalam keadaan tenang dan terjaga atau sekitar 1 jam setelah makan. Tidur bayi terputus oleh beberapa saat terjaaga yang singkat yang terjadi setiap 2-3 jam. Pada malam hari saat-saat terjaga lebih singkat dibandingkan siang hari.
b.      Aktivitas Bayi
            Gerakan bayi tampak beberapa saat setelah lahir. Gerakan –gerakan tersebut tidak terkoordinasi dan berarti dikarenakan belum matangnya kondisi neurofisilogis. Meskipun gerakan bayi bersifat acak dan tidak berfungi namun dapat dikategorikan sebagai berikut :
1.      Aktivitas Menyeluruh
            Kegiatan menyeluruh terjadi diseluruh bagian tubuh bila salah satu bagian tubuh dirangsang sekalipun.
2.      Aktivitas Khusus
            Aktivitas khusus meliputi bagian-bagian tubuh tertentu. Aktivitas ini termasuk gerakan reflex. Yang merupakan tanggapan yang tepat terhadap rangsangan indra khusus dan tidak berubah dengan pengulangan rangsangan  yang sama. Gerakan rfleks itu penting seperti gerakan mata,bibir,lidah,mengisap dan lain-lain. Dan selanjutnya tanggapan umum, yang menggunakan kelompok otot yang lebih besar daripada otot-otot yang terlibat dalam reflex-refleks dan yang dapat dibangkitkan rangsangan dari luar mauapun dari dalam. Penganlaman-pengalaman bayi pranatal pada saat dilahirkan mempengaruhi kegiatan bayi. Bayi-bayi yang snagat giat pada waktu janin cenderung lebih aktif.  
            Kondisi tubuh bayi sangat mempengauhi aktivitas bayi neonatal seperti lapar, sakit dan perasaan tidak enak. Kondisi lingkungan juga mempengaruhi bayi seperti cahaya dan banyaknya suara.
c.       Vokalisasi Bayi
            vokali bayi neonatal  dpat dibagi dalam dua kategori yaitu menagis yang merupakan bentuk suara yang menonjol dan merupakan gerakan reflex murni yang  erjadi ketika udara masuk kedalam tali suaranya yang menyebabkan tali suara begetar. Tujuannya untuk memompa paru-paru sehingga memungkinkan pernafasan dan memberikan oksigen yang cukup untuk darah. Kegiatan menyeluruh selalu menyertai tangis bayi. Semakin keras tangisan bayi semakin luas aktivitasnya dan meruoakan petunjuk bahwa bayi butuh perhatian , jadi hal itu merupan bentuk dosen. Selanjutnya adalah suara eksplosif seperti nafas yang berat yang merupakan ucapan tanpa arti atau tujuan dan terjadi secara kebetulan dan jika dilihat berdasarkan jangka panjang , jenis suara ini lebih penting karena lambat laun suara ini akan diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya berkembang menjadi bicara.
d.      Kepekaan Bayi
            Kriteria terbaik yang dapat digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya kemampuan sensorik adalah reaksi motorik terhadap rangsangan sensorik yang biasanya terjadi bila alat-alat sensorik dirangasang. Tidak adanya reaksi bukan tidak adanya kepekaan. Itu hanya berarti bahwa rangsangan yang digunakan terlalu lemah untuk dapat membangkitkan reaksi. kemampuan sensorik bayi yaitu :
1.      Penglihatan
            Bayi neonatal tidak buta namun daya penglihatannya setengah dari daya penglihatan orang dewasa karena batang matanya belum berkembang dan penglihatan warna sangat minim karena bagian kerucut mata belum berkembang.
2.      Pendengaran
            Pendengaran merupakan indera yang paling sedikit berkembang setelah kelahiran, hal ini dikarenakan  telinga terumbat cairan amniotic . nada frekuensi rendah dapat dengan cepat di dengar bayi di bandingkan frekuensi tinggi dan bayi lebih cepat mendengar suara manusia di bandingkan suara yang lain. Pendengaran secara normal berkembang dalam tiga atau empat hari pertama.
3.      Penciuman
            Sel-sel untuk penciuman telah berkembang pada waktu lahir, bayi akna menghindar rangsangan yang kurang mnyenangkan dengan cara menangis ataupun membolak-balikkan badannta, sedangan dengan rangsangan yang menyenangkan bayi akan mengisap-ngisap dan tubuh dalam keadaan tenang.
4.      Pengecapan
            Indera pengecap sangat dipengaruhi oleh indera penciuman .pada umumnya bayi memberikan reaksi yang positif kepada rangsangan yang manis dengan tubuh yang tenang dengan mengisap-isap dan memberikan reaksi yang negative kepada rangsangan yang asin,asem,dan pahit dengan menangis dan menggeliat-geliat.
5.      Kepekaan Organic
            Kepekaan terhadap rasa lapar sudah sepenuhnya berkembang, pada saat lahir dan kontraksi-kontraksi lapar terjadi pada hari pertama.
6.      Kepekaan Kulit
            Alat  indera untuk perabaan,tekanan dan suhu sudah berkembang sejak lahir . kulit bibir sangat peka untuk di raba dari pada kulit tubuh,paha dan lengan. Kepekaan terhadaprasa dingin lebih berkembang dari pada rasa panas.
7.      Kesadaran
            Karena alat-alat indera yang penting belum berkembang sepenuhnya yairu mata dan telinga, sehingga menyebabkan bayi belum menyadari apa yang terjadi disekitarnya. Lambat laun, alat-alat indera tesebuat akan berfungsi lebih baik, sehngga bayi aka lebih sadar dunia sekitar mereka. Kesadaran bayi dipengaruhi obat-obatan yang digunakan saat kelahiran dan efeknya obatan ini lebih bertahan lamapada bayi di bandingkan orang dewasa. Pada bayi premature lebih lama untuk ,emyadari pada yang terjadi disekitarnya.
e.       Emosi Bayi Neonatal
            Reaksi emosionala pada bayi hanya dapat di uraikan sebagai keadaan menyenangkan dan tidak menyeangkan. Yang pertama di tandai tubuh tenang dan yang kedua tubuh tegang. Cirri yang meninjil dari kedaan emosi adalah tidak adanya tingkat reaksi yang menunjukan tingkat intensitas yang berbeda.
f.       Permulaan Kepribadian
Anak-anak dilahirkan dengan perbedaan sifat dan karakterisitik yang tercermin dalam tingkat altivitas dan kepekaan yang kemudian akan berkembang menjadi kepribadian individual. Terdapat sejumlah factor yang mempengaruhi kepribadian bayi misalnya lingkungan pranatal bayi yang terganggu yang dapat menyebabkan perubahan pola perilaku bayi neonatal. Gangguan ini sangat penting terutama kalau terjadi pada bagian kehidupan intrauterine yang dapat menyebabkan keadaan hioeraktif dan bayi lebih cepat marah. Bayi yang dipisahkan dari ibumya setelah kelahiran tidak dapat mengadakan penyesuaian diri sebaik bayi yang tetepa tinggal bersama ibunya. Sikap ibu terhadap bayinya yang tercermindalam perilaku ibu mempengaruhi perkembangan kepribadian bayi.
F.      Bahaya pada bayi neonatal
            Meskipun peride ini sangat singkat, namun merupakan salah satu periode yang berbahaya dalam rentang kehiudpan. Bahaya dalam periode ini mungkin berbentuk fisik,psikologis ataupun keduanya dan dapat mempengaruhi penyesuaiandiri saat ini dan masa depan.
a.       Bahaya fisik
Beberapa bahaya fisik bersifat sementara sementara lainnya dapat mempengaruhi  seluruh pola kehidupan individu.bahaya fisik yang paling keras adalah kematian bayi adapun penyebabnya yaitu :
1.      Lingkungan pranatal yang tidak baik
Lingkungan yang tidak baik ini akna menyebabkan bayi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan pascanatal . dan factor lain yang membuat bayi tegang dan grlisah adalah tekanan yang di alami ibu dalam waktu yang lama.
2.      Persalinan yang sulit dan ruwet
Persalinan yang sulit dan ruwet sering menyebabkan kerusakan otak sementara atau seterusnya. Seperti halnya dengan kelahiran yang menggunakan alat-alat akan yang kemungkinan terjadi adalah kerusakan otak dan hal yang sama pada kelahiran pembedahan Caesar yang menyebabkan anoxia, hilangnya oksigen untuk otak yang bersifat sementara .jika anoxia ini terjadi lebih lama makan ekrusakan otak akan terjadi lebih besar. Semakin ruwet persalinan maka semakin banyak kerusakan pada otak, maka efeknya pada penyesuaian bayi pada masa pascanatal yang sering tampak pada perilaku tidak terkoordinasi,hioeraktif,kesuiitan belajar dan masalah emosional.
3.      Kelahiran bayi kembar
Bayi kembar biasanya lebih lemah dibandingkan bayi tunggal, hal ini disebabkan karenah penuh sesak saat masa pranatal yang menghambat gerakan janin. Bayi ini cenderung lahir sebelum waktunya  dan menambah permasalahan dalam penyesuaian diri.
4.      Postmatur
Kelahiran ini berbahaya semata-mata bukan karena ukuran bayi yang besar melainkan munggunakan alat bantu saat kelahiran yang menyebabkan kerusakan otak dan bayi mengalami masalah dalam penyesuaian neonatal dan penyesuaian social sangat buruk yang membutuhkan pendidikan khusu pada usia 7 tahun.
5.      Premature
Keadaan belum cukup umur menyebabkan lebih banyak kematian dan kerusakan otak karena tengkorak kepala belum cukup berkembang untuk melindungi otak dari tekanan-tekanan yang dialami selama persalinan. Biasanya hal ini menyebabkan keterlambatan  di bandingkan seusianya yang lain. Efek jangka panjang yangdialami bayi premature sebagai berikut :
a.       Perkembangan fisik dan kesehatan
Bayi premature biasanya lebih kecil di bandingkan bayi normal lainnya meskipun telah mengalami masa pubertas dan juga Selma tahun pertama sampai anak-anak bayi premature seling mengalaimi sakit yang lenih parah di bandinhkan bayi normal. Mereka juga sering mengalami cacat fisik, terutama cacat mata akibat anoxia.
b.      Keterlambatan perkembangan
Sampai usia dua aatu yiga tahun mereka mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan bayi normal lainnya seperti duduk,berdiri dan berbicara
c.       Perilaku sensorik
Bayi premature sangat pek terhadap suara,warna,dan objek yang bergerak sehingga ketika bertambah besar dia akan lebih merasa terganggu dibandingkan bayi normal.
d.      Pengendalian motorik
Bayi premature sering janggal dan mempunyai sikap tubuh yang buruk dan juga celebral palsy sebagai akibat dari kerusakan.
e.       Perkembangan biacara
Perkembangan bicara bayi premature lebih lambat,mengalami cacat dalam berbicara seperti gagap dan cenderung memiliki kosakata yang sedikit dan melakukan banyak kesalahan dalam menyusun struktur kalimat.
f.       Inteligensi
Anak premature memiliki IQ lebih rendah di bandingkan anak norml dan mengalami cacat mental akibat luka otak
g.      Sosialisasi
Penyesuaian social anak premature lebih buruk di bandikan anak normal hal ini berlkangung sampai remaja dan sebagian disebbekan karena sikap orang tua yang sangat melindungi.
h.      Perilaku emosional
Bebrapa anak premature cenderung apatis secara emosional, mudah marah,mudah tersinggung,bersikap negatif.
i.        Perilaku menyimpang
Bayi yang mengalami kerusakan otak ketika betambah besar akan menunjukan perilaku menyimpang seperti kecelakaan,gerak-gerik yang gelisah dan hiperkinetik dan perilaku yang tidak teratur.namun jika kerusakan otak tidak parah merekan akan menunjukan perilaku menyimpang seperti perilaku yang kurang matang dan mementingkan diri sendiri. Hal ini terutama karena terlampau dilindungin oleh orang tua yang selalu khawatir.
6.      Perubahan suhu yang radikal dapat menyebankan pneumonia .

b.      Bahaya psikologis
Bahaya psikologis cukup penting untuk jangka panjang dalam penyesuaian diri bayi. Cacat psikologis yang diperoleh selama masa bayi neonatal dapat menumbulkan masalah dalam penyesuaian diri individual sepanjang hidup.
1.      Kepercayaan tradisional mengenai kelahiran.
Adanya kepercayaan yang mengatakan bahwa bayi yang kembar akan lebih lemah dibandingkan yang tunggal, bayi premature lebih lemah mentalnya dari bayi normal, bayi yang dibuahian dalam musim dingin mencapai saat krisis dalam perkembangan, bayi yang lahir dalam jangka waktu satu tahun setelah saudaranya mengalami lingkungan pranatal yang kurang baik dibandingkan waktu yang jarak kelahirannya lebih panjang, bayi yang lahir pada bulan gembiran misalnya musim semi atau musim panas akan menghasilkan tipe keribadian ekstrovet sedngkan lahir di bulan-bulan yang suram  misalnya musim gugur dan musim dingin akan menghasilka kepribadian introvert, itu semua telah dipercayai berabad-abad namun sampai sekarang belum ada bukti yang menyatakn kebenaran itu semua.
2.      Ketidakberdayaan
Ketidakberdayaan bayi  neonatal  bagi beberapa orang tua menakutkan, ketika bayi dirumh sait ketidakberdayaan bayi ditanganin oleh dokter maupun perawat, ketika bayi di bawa pulang orang tua merasa tidak yakin dengan kemampuannya menghadapi ketidakberdayaan si bayi. Hal ini cenderung terjadi pada anak pertama, untuk anak-anak selanjutnya orang tua lebih tenang dalam menghadapi ketidakberdayaansibayi karena telah meiliki pengalaman dari ank pertamanya.
3.      Individualitas bayi
Kebanyakan orang dewasa  mendalami kepustakaan dalam merawat anak menjelang kelahiran anak pertma atau mereka telah menetapkan norma-norma sesuai anak-anak sebelumnya,  sehingga mereka gelisah jika anaknya berbeda perilakunya dengan anak sebelumnya. Kegelisahan diungkapakan dengan perlakuan mereka kepada bayi yang  mempengaruhi kehidupan bayi pada masa pascanatal. Dalam kondisi ini individualitas bayi menjadi bahaya psikologis yang aka merusak penyesuian diri bayi yang tidak terjadi pada masa neonatal maliankan smapai kanka-kanak, kecuali orang tua menerima individualitas bayi sebagai sesuatu yang normal.
4.      Keterlambatan perkembangan
Biasanya keterlambatan ini terjadi pada bayi remature dan mengalami lika saat kelahiran, namun bayi normal juga mengalami perlambatan apabila terkena penyakit dn kurang sesuai perpindahan dari asi ke susu formula. Hal ini membuat ibu gelisah sehingga mereka berfikit bayinya terlalu lembut untuk mendapatkan perilaku yang demikian rupa, sehingga ibu tidak mau merangsang dengan mengajak bicara,menggendong, mengayun dan melatih tangan dan kakinya secara teratur. Tidak adanya rangsangan justru  memperlambat perkembangan.
5.      Terhentinya perkembangan
Terhentinya perkembangn pada anak itu normal namun banyak orang tua yang beluim menyadarinya sehingga orang tua mengalami kegelisahan yang membuat mereka harus berhati-hati dalam menjaga anaknya agar tidak semakin banyak terhentinya perkembangan, kurangnya kepercayaan kepda perawat anak dan kalau tidak mengalami perkemabnagn juga si ibu akan mengalami krisi kepercayaan dan kemudian akibatnya mengurasi salah satu unsure penting yaitu rangsangan terhadap bayi.
6.      Kurangnya rangsangan
Dahulu orang kebanyakan melahirkan di rumah sendiri sehingga setelah melahirkan anak mereka dapat langsung menggendongnya,menyanyikannya,dan mengajak berbicara. Namun, sekarang banyak orang yang melahirkan dirumah sakit, tetapi setelah proses kelahiran bayi langsung di bawa keruangan tersendiri sehingga si ibu kurang memberikan rangsangan. Sesungguhnya rangsangan dini membantu bayi untuk mengatasi keadaan kaget yang merupakan ciri dari hari pertama setelah lahir dan mempersingkat periode terhentinya perkembangan. Di samping itu, semakin banyak bukti yang menunjukan bahwa bayi yang diajak bicara dan diberi objek-objek bergerak untuk dilihat dapat mengatasi beberapa kelambatan perkembangan dalam penglihatan dan pendengaran.
7.      Kemurungan orang tua baru
kemurungan banyak dialami oleh ibu hal itu disebabkan hal fisik dan psikologis. Namun, bagi seorang ayah kemurungan itu lebih cenderung ke psikologis drri pada fisiologis. Kemurungan orang tua dapat dan sering kali merusak penyesuaian diri bayi pada kehidupan pascanatal.
8.      Sikap yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti
Sikap-sikap ini timbul dikarenakan keterkejutan orang tua terhadap beberapa factor diantaranya tanggung jawab baru orng tua, jenis kelamin bayi dan penampilannya. Jadi, sikap bayi sangat memperngaruhi perilaku ibu, kalau hal ini dimulai dengansikap yang kurang menyenangkan  makan sikap ini akan semakin meningkap sehingga masalah-masalah dalam penyesuaian bayi memburuk.

MASA BAYI
Masa bayi berlangaung 2 tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir 2 minggu. Masa bayi akan digunakan untuk membedakan dengan pasca natal yang ditandai dengan keadaan sangat tidak berdaya. Keadaan tidak berdaya bayi tidak sekejap saja menghilang, melainkan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan bayi semakin mampu mandiri. Sehingga saat masa bayi berakhir pada ulang tahun ke 2, ia menjadi manusia yang berbeda dengan awal masa bayi.
Ciri-Ciri Masa Bayi
·         Masa bayi adalah masa dasar yang sesungguhnya
Masa bayi adalah dasar periode kehidupan karena pada masa ini pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk. Menurut Freud penyesuaian diri yang kurang baik pada masa dewasa berpangkal pada pengalaman masa kanak-kanak yang kurang baik
·         Masa bayi adalah masa pertumbuhan dan perubahan berjalan cepat
Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologis. Dengan cepatnya pertumbuhan, perubahan tidak hanya terjadi dalam penampilan tetapi juga kemampuan. Bayi tidak akan segemuk saat dilahirkan, anggota-anggota tubuh berkembang lebih baik terhadap kepala yang besar. Terjadi juga perubahan pertumbuhan tinggi dan berat tubuh
·         Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan
Apabila bayi sudah memungkinkan untuk berdiri, duduk, berjalan, dan menggerakkan benda-benda maka tingkat ketergantunganya kepada orang lain akan berkurang. Hal ini disebabkan karena gerakan-gerakan bayi yang acak dan terkoordinasi tersebut memungkinkan bayi melakukanya sendiri sebelum dilakukan orang lain. Bayi cenderung ingin mandiri, dan apabila dilarang, ia akan protes dengan menangis
·         Masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas
Bayi sudah mulai mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Sehingga, individualitas yang muncul pada waktu lahir semakin menonjol pada saat menjelang masa akhir bayi
·         Masa bayi adalah permulaan kreativitas
Dalam bulan-bulan pertama bayi belajar mengembangkan minat dan sikap yang merupakan dasar bagi kreativitasnya serta untuk penyesuaian diri dengan pola-pola yang diletakkan orang lain. Dan sebagian besar dipengaruhi oleh perlakuan-perlakuan orang disekitarnya terutama orang tua
TUGAS DALAM PERKEMBANGAN MASA BAYI
Semua bayi diharapkan belajar berjalan, memakan makanan padat, mampu mengendalikan alat-alat pembuangan, mempelajari dasar-dasar berbicara, berhubungan secara emosional dengan orang tua dan saudara-saudara kandung. Tentu saja sebagian besar tugas perkembangan ini belum sepenuhnya mampu dilakukan oleh bayi, namun dasar-dasarnya sudah harus diletakkan. Bayi yang berkembang lambat dalam penguasaan tugas perkembangan akan mengalami kesulitan pada saat mencapai masa awal kanak-kanak
PERKEMBANGAN FISIK
Terjadi perubahan-perubahan dalam fisik bayi tersebut sejak dilahirkan sampai besar. Mulai dari berat badan, tinggi, jumlah tulang, gigi, susunan saraf. Berat bayi biasanya bertambah 2 kali lipat pada usia 4 bulan. Pada usia 1 tahun, berat bayi rata-rata 3 kali berat waktu lahir. Tinggi bayi waktu 4 bulan sekitar 23-23 inci, pada usia 1 tahun sekitar 28-30 inci dan pada usia 2 tahun 32-34 inci. Jumlah tulang menigkat selama masa bayi. Pengerasan tulang terjadi pada tahun 1 tetapi belum selesai sampai masa puber. Gigi pada bayi rata-rata 4-6 gigi susu dalam 1 tahun dan 16 pada usia 2 tahun. Berbicara tentang sususan saraf, maka otak besar, otak kecil akan bertambah. Otak kecil akan bertambahn beratnya 3 kali lipat satu tahun sesudah kelahiran, hal ini juga berlaku untuk otak besar
PERKEMBANGAN BERBICARA
Berbicara merupakan sarana berkomunikasi. Untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain, semua muka pembicara, nada suara, isyarat-isyarat tangan akan membantu bayi mengerti apa yang akan dikatakan kepadanya. Pada awalnya,  bayi akan belajar bicara. Dalam proses ini bayi akan sulit sekali berbicara dalam tahun pertama. Maka alam memberikan bentuk-bentuk pengganti komunikasi yang digunakan sampai mereka siap untuk berbicara. Dalam pola belajar berbicara biasanya terdapat 4 bentuk prabicara : menangis, berceloteh, isyarat, dan pengungkapan emosi.
·         Menangis
Menangis adalah salah satu dai cara pertama bayi berkomunikasi dengan dunia pada umumnya. Menangis juga salah satu tindakan sosial yang dilakukan oleh bayi yang menandakan suatu peralihan dari pihak bayi, dari diam-diam bergantung pada ibu menjadi mampu bergabung dengan pihak luar.
·         Berceloteh
Dengan berkembangnya mekanisme suara, bayi dapat mengeluarkan sejumlah bunyi eksplosif. Beberapanya ditahan dan pada akhirnya berkembang menajdi ocehan.
·         Isyarat
Bayi akan menggunakan berbagai macam isyarat sebagai pengganti bicara. Bayi akan terus menggunakan isyarat yang dikombinasikan dengan kata-kata untuk membuat kalimat. Contohnya dengan menggerakkan tangan dan tersenyum menandakan bahwa byi ingin digendong
·         Ungkapan-ungkapan emosi
Biasanya ungkapan-ungkapan emosi ini terlihat dari isyarat-isyarat wajah bayi. Misalnya, jika bayi merasa senang, ia akan menenangkan badannya, melambaikan lengan dan kaki, tersenyum.
PERILAKU EMOSIONAL DALAM MASA BAYI
Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana. Dengan bertambahnya usia, berbagai reaksi emosional menjadi kurang tersebar, lebih terbedakan. Ada 2 ciri khusus dalam masa bayi. Yang pertama, emosi bayi sangat berbeda dengan emosi orang dewasa atau remaja. Kedua, emosi biasanya lebih mudah dibiasakan pada masa bayi dibandingkan pada periode-periode lain. Ini disebabkan karena terbatasnya kemampuan intelektual bayi sehingga mereka mudah dan cepat bereaksi terhadap rangsangan pada masa lalu yang membangkitkan reaski emosional.
PERKEMBANGAN SOSIALISASI
Pengalaman sosial yang dini memainkan peranan yang penting dalam menentukan hubungan sosial di masa depan dan pola perilaku terhadap orang lain. Kehidupan bayi berpusat di rumah, maka dirumahlah diletakkan dasar perilaku dan sikap sosialnya kelak. Penelitian tentang penyesuaian sosial anak-anak yang lebih besar bahkan remaja menunjukkan pentingnya peletakkan dasar-dasar sosial pada masa bayi. Hal ni berdasarkan 2 alasan yaitu yang pertama ialah jenis perilaku yang diperlihatkan bayi dalam situasi sosial mempengaruhi penyesuain pribadi dan sosialnya. Contohnya seperti seorang anak yang cenderung senyum lebih banyak banyak memancing perasaan yang intensif dari ibu. Alasan yang kedua adalah sekali terbentuk dasar-dasar itu cenderung menetap kalau anak menjadi besar. Contohnya, anak yang pada bayi banyak menangis akan cenderung lebih agresif dan menunjukkan perilaku-perilaku untuk mencari perhatian orang lain.
AWAL TUMBUHNYA MINAT DALAM BERMAIN
Terdapat ciri-ciri dalam permainan bayi yang tentunya berbeda dengan permainan anak muda/belia. Yang pertama adalah dalam permainan bayi tidak dikenal adanya aturan-aturan. Permainan dianggap permainan yang bebas dan spontan. Bayi bermain kapan daja dan dengan cara apapun, tanpa pembatasan-pembatasan dalam cara bermain. Kedua, dalam masa bayi permainan lebih dalam bentuk permainan sendiri dan tidak bersifat sosial. Ketiga, mainan dan alat-alat bermain saat ini belum sepenting pada periode-periode berikutnya. Yang berarti bahwa permainan bayi dapat dilakukan dengan tiap benda yang merangsang rasa ingin tahu dan hasrat menjelajah. Dan keempat, permainan bayi biasanya lebih banyak pengulangan atau tidak beragam. Hal ini dikarenakan bayi kurang memiliki keterampilan yang memungkinkan adanya beraneka ragam permainan anak.
·         Perkembangan bermain mengikuti suatu pola
Bermain dalam tahun-tahun masa bayi banyak dipengaruhi oleh perkembangan fisik, motorik, dan mental. Pola perkembangan ini sama bagi semua bayi, maka pola bermain juga sama dan dapat diramalkan. Pola bermain yang berbeda juga mengikuti pola tertentu. Ini berlaku untuk permainan manipulatif dan bermain dengan mainan. Dalam permainan dengan mainan, pada mulanya anak akan meramasinya dan kemudian menggunakannnya untuk membentuk sesuatu atau untuk melengkapi permainan khayalannya.
·         Nilai bermain dalam masa bayi
Menurut Bruner “ bermain adalah aktivitas serius”. Yang selanjutnya ia menjelaskan bahwwa bermain memberikan kesempatan bagi bayi untuk banyak belajar, dua diantarnya adalah pemecahan masalah dan kreativitas. Sumbangan yang juga penting adalah masuknya informasi bagi bayi mengenai lingkungannya, orang-orang dan benda-benda di lingkungannya. Selain itu bermain juga dapat memberikan kegembiraan. Apabila tidak ada kesempatan untuk bermain, tidak ada alat-alat permainan untuk merangsang maka bayi akan bosan dan menghabiskan waktunya dengan menangis untuk memperoleh perhatian.

PERKEMBANGAN PENGERTIAN
Bayi memulai kehidupan tanpa mengerti segala sesuatu yang ada disekitarnya. Sebab itu, bayi harus memperoleh pengertian mengenai apa yang diamati melalui pengamatan dan belajar. Hal ini sebagian bergantung pada tingkat kecerdasan dan sebagian lagi pada pengalaman sebelumnya.
·         Bagaimana pengertian perkembangan
Persepsi pertama bayi diperoleh melalui penjelasan sensorik. Bayi memandang, meraba, mencium bau dan mengecap objek yang dapat dijangkaunya. Kemudian, dengan perkembangan koordinasi otonya, ia akan dapat memperoleh lebih banyak arti dengan memegang apa yang dapat diraihnya. Menjelang akhir masa bayi, bayi mulai menyusun kata-kata menjadi kalimat yang biasanya dimulai dengan “siapa”, “apa”, dan “mengapa”.  Pada saat usia 2 tahun, bayi dapat membuat generalisasi sederhana berdasarkan pada berbagai pengalaman yang sama yang hubungannya pernah diamati. Banyak konsep yang penting untuk penyesuain diri dipelajari secara sederhana dalam masa bayi. Dengan meluasnya cakrawala sosail bayi selama masa kanak-kanak dan masa remaja, arti-arti baru ditambahkan pada dasar yang sudah ada pada saat ini.

PERMULAAN MORALITAS
Bayi tidak memiliki hirearki nilai dan suara hati. Bayi tergolong nonmoral, tidak bermoral maupun tidak amoral, dalam artian perilakunya tidak dibimbing norma-norma moral. Tetapi, lambat laun ia akan mempelajari kode moral dari orangtua dan kemudian dari guru-guru dan teman-teman bermain. Belajar berperilaku moral yang diterima oleh sekitarnya merupakan proses yang lama dan lambat, tetapi dasar-dasarnya diletakkan dalam masa bayi dan berdasarkan dasarr-dasar inilah bayi membangun kode-kode moral. Karena keterbatasan kecerdasan, bayi menilai sesuatu benar atau salah suatu tindakan menurut kesenangan atau kesakitan yang ditimbulkan, dan bukan menurut baik atau buruknya efek suatu tindakan terhadap orang lain.
·         Peranan disiplin dalam masa bayi
Tujuan utama dari disiplin adalah mengajarkan kepada anak, apa yang menurut dia dianggap kelompok sosial yang salah dan benar, dan mengusahakan agar bertindak sesuai pengetahuan ini. Sepanjang masa bayi, bayi harus belajar melakukan reaksi-reaksi khusus yang benar terhadap pelbagai situasi tertentu di rumah dan disekelilingnya.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DALAM MASA BAYI
Potensi untuk perkembangan kepribadian sudah ada pada waktu lahir. Seperti diakatakan oleh Thomas dan kawan-kawan habwa “kepribadian dibentuk oleh tempramen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi. Di dunia in tidak ada individu yang memiliki sifat fisik maupun sifat mental bawaan yang sama atau pengalaman lingkungan yang sama, maka tidak akan ada 2 orang yang mengembang
·         Masa bayi-Periode kritis dalam perkembangan kepribadian
Masa bayi sering disebut sebagai masa kritis karena pada saat ini diletakkan dasar di mana struktur kepribadian dewasa akan dibangun. Yang paling penting, penelitian genetika mengenai menetapnya sifat kepribadian selama periode bertahun-tahun menunjukkan bahwa pola yang dibentuk pada awal kehidupan hanpir tidak berubah kalau anak tersebut bertambah besar.
·         Perubahan pola kepribadian pada masa bayi
Sifat kepribadian tertentu dapat berubah sekalipun dalam masa bayi. Perubahan ini dapat bersifat kuantitatif yaitu menguat atau melemahnya sifat yang sudah ada, atau bersifat kualitatif yaitu sifat yang secara sosial kurang baik digantikan dengan yang lebih baik. Sebagian besar kepribadian cenderung bersifat kuantitatif. 
AWAL MASA KANAK-KANAK
Ciri Awal Masa Kanak-Kanak
Dalam setiap tahap perkembangan ada ciri-ciri khusus yang ada pada setiap tahap perkembangan, begitu juga pada saat masa kanak-kanak awal ditandai dengan ciri-ciri tertentu, menurut Hurlock (1980:108) ciri itu tercermin dalam sebutan yang biasa diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi:
a)      Sebutan Yang Digunakan Orang Tua
Ada beberapa sebutan untuk menggambarkan masa kanak-kanan, sebutan tersbeut berkisar tentang perilaku dan aktivitas yang dilakukan anak-anak, pada sebagian besar orang tua menganggap awal masa pada kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit. Selain itu pada sebagian orang tua juga menganggap usia awal kanak-kanak sebagai usia mainan karena anak mudah menghabiskan sebagian besar waktu juga bermain dengan mainannya.
b)      Sebutan Yang digunakan Para Pendidik
Sedangkan para pendidik menyebut usia awal kanak-kanak sebagai usia prasekolah, usia pra sekolah adalah usia yang belum memasuki usia sekolah atau masih berada di taman kanak-kanak, kelompok bermain, atau penitipan anak-anak.
c)      Sebutan Yang Digunakan Ahli Psikologi
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikan ciri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis anak selama tahun awal masa kanak-kanak. Salah satu sebutan yang banyak digunakan adalah usia kelompok, masa di mana anak-anak mempelajari dasar-dasar prilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu mereka masuk kelas satu. Karena perkembangan utama yang terjadi selama awal masa kanak-kanak berkisar diseputar penguasaan dan pengendalian lingkungan, banyak ahli psikologi yang melabelkan awal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, sebuah label yang menunjukkan anak ingin mngetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana perasaannya dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungannya, ini termasuk manusia dan benda mati.
Perkembangan Fisik Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a)      Tinggi
Pertumbuhan tinggi badan tiap tahunnya rata-rata tida inci. Pada usia enam tahun tinggi anak rata-rata 46,6 inci.
b)      Berat
Pertambahan berat tiap tahunnya rata-rata tiga sampai lima pon. Pada usia enam tahun berat anak harus kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata beratnyan 48,5  pon, dan anak laki-laki 49 pon.
c)      Perbandingan Tubuh
Penampilan bayi tidak tampak lagi. Wajah tetap kecil tapi dagu tampak lebih jelas dan leher lebih memanjang. Gumpalan pada bagian-bagian  tubuh berangsur-angsur berkurang dan tubuh cenderung berbentuk kerucut , dengan perut yang rata, dada yang lebih bidang, bahu lebih luas, serta lengan dan kaki lebih panjang, lurus dan besar.
d)     Postur Tubuh
Perbedaan dalam postur tubuh untuk pertama kalinya tampak jelas pada masa anak-anak. Ada yang posturnya gemuk lembek(endomorfik), ada yang kuat berotot(mesomorfik), dan ada yang relatif kurus(ektomorfik).
e)      Tulang dan Otot
Tingkatpengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, lebih kuatdan lebih berat, sehingga anak terlihat lebih kurus meskipun beratnya bertambah
f)       Lemak
Anak-anak yang cenderung bertubuh endromofik lebih banyak jaringan lemaknya daripada jaringan otot; yang cenderung mesomorfik mempunyai jaringan otot yang lebih banyak daripada jaringan lemak; dan yang bertubuh enktomorfik mempunyai otot yang lebih kecil dan ssedikit jaringan lemak
g)      Gigi
Selama empat sampai enam bulan pertama dari masa awal kanak-kanak, empat gigi bayi yang terakhir-geraham belakang-muncul. Selama setengah tahun terakhir terakhir gigi bayi mulai tanggal digantikan oleh gigi tetap. Yang mula-mula lepas adalah gigi bayi yang pertama kali tumbuh yaitu gigi seri tengah. Bila masa awal kanak-kanak  berakhir, pada umumnya bayi memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah dimana gigi tetap akan muncul.
Kemajuan Berbicara dalam Awal Masa Kanak-Kanak
Ketika anak tumbuh dan berkembang terjadi peningkatan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Produk bahasanya secara bertahap kemampuan anak meningkat bermula dari mengekpresikan mimik wajah dengan cara berkomunikasi. Alat komunikasi berbicara pada anak menggunakan gerakan dan tanda isyarat untuk menunjukkan keinginannya secara bertahap dan berkembang menjadi suatu komunikasi melalui ajaran yang tepat dan jelas. Perkembangan fonologi berkenaan dengan adanya pertumbuhan dan produksi sistem bunyi dalam bahasa bagian terkecil dari sistem bunyi tersebut dikenal dengan nama fonem yang dihasilkan sejak bayi lahir hingga 1 tahun. Sedangkan morfologi berkenaan dengan pertumbuhan dan produksi arti bahasa. Disini akan membahas dua tipe perkembangan anak didalam berbicara, yaitu:
a)      Egosentrie Speech
Terjadi pada anak berusia 2-3 tahun, dimana anak berbicara pada dirinya sendiri pada saat main boneka.
b)      Socialized Speech
Terjadi ketika anak sedang berinteraksi pada temannya dan didalam lingkungan. Hal ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi sosial anak
Tujuan Berbicara
Adapun tujuan dari berbicara yaitu untuk memberitahu, menghibur, melapor, membujuk, dan menyakinkan seseorang. Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan dalam aspek kebahasan, yaitu:
1.      Ketepatan ucapan (pelafalan)
2.      Penekanan atau penempatan nada dan durasi yang sesuai 
3.      Pemilihan kata
4.      Ketepatan sasaran pembicaraan (tata krama)
Sedangkan faktor aspek non kebahasaan yaitu :
1.      Sikap tubuh, pendangan, bahasa tubuh, mimik wajah yang tepat
2.      Kesediaan menghargai pembicaraan maupun gagasan orang lain.
3.      Kenyaringan suara dan kelancaran dalam berbicara
4.      Relevansi, penalaran, dan penguasaan terhadap topik.
Hurlock mengemukakan 3 kriteria untuk mengukur kemampuan berbicara anak, apakah anak berbicara secara benar atau sekadar berceloteh sebagai berikut :
1.      Anak mengetahui arti kata yang digunakan dan mampu menghubungkan dengan objek yang diwakili.
2.      Anak mampu melafalkan kata-kata yang dapat dipahami orang lain dengan mudah.
3.      Anak dapat memahami kata-kata tersebut, bukan karena telah sering mendengar atau menduga-duga.
Beberapa ahli sepakat bahwa anak memiliki kemampuan untuk menirukan bahasa orang tua yang dilakukan dengan 2 cara yaitu secara spontan dan melalui penugasan dari orang dewasa untuk menirukan secara spontan bahasa orang dewasa dan menggunakan tata bahasa anak sendiri secara bebas.
Adapun beberapa cara orang dewasa mengajarkan bahasa bayi sebagai berikut :
1.      Motherese
Motherese yaitu berbicara pada bayi dengan suatu frekuensi dan hubungan yang lebih luas dan menggunakan kalimat yang sederhana
2.      Recasting
Recasting yaitu suatu pengucapan makna atau kalimat yang sama dengan menggunakan cara yang berbeda contohnya : dengan mengubah suatu pertanyaan.
3.      Echoing
Echoing adalah mengulangi apa yang telah dikatakan anak, khususnya ungkapan atau bahasa anak yang belum sempurna.
4.      Expanding
Expanding adalah menyatakan ulang apa telah dikatakan anak dalam bahasa yang baik untuk suatu kosa kata.
5.      Labeling
Labeling adalah mengidentifkasi nama-nama benda.
Menurut Vygostky menjelaskan ada 3 tahap perkembangan bicara pada anak yang berhubungan erat dengan perkembangan berpikir anak yaitu :
1.      Tahap eksternal yaitu terjadi ketika anak berbicara secara eksternal dimana sumber berpikir berasal dari luar diri anak yang memberikan pengarahan, informasi dan melakukan suatu tanggung jawab dengan anak.
2.      Tahap egosentris yaitu dimana anak berbicara sesuai dengan jalan pikirannya dan dari pola bicara orang dewasa.
3.      Tahap Internal yaitu dimana dalam proses berpikir anak telah memiliki suatu penghayatan kemampuan berbicara sepenuhnya.
Karakteristik ini meliputi kemampuan anak untuk dapat berbicara dengan baik, contohnya melaksanakan tiga perintah lisan secara berurutan dengan benar, mendengarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urutan yang mudah dipahami, menyebutkan nama jenis kelamin dan umurnya, menggunakan kata sambung seperti : dan, karena, tetapi.
Ada beberapa cara belajar berbicara yang dapat dilakukan anak sebagai berikut :
1.      Persiapan fisik untuk berbicara pada anak
Kemampuan berbicara tergantung pada mekanisme bicara anak tersebut. Pada saat lahir anak tersebut telah memiliki saluran kecil, langit-langit, mulut datar, dan lidah terlalu besar untuk saluran suara sebelum semua sarana itu mencapai bentuk yang lebih matang.
2.      Kesiapan mental untuk berbicara pada anak
Kesiapan mental untuk berbicara tergantung pada kematangan otak, khususnya pada bagian-bagian asosiasi otak pada anak. Biasanya kesiapan tersebut berkembang pada saat anak berusia 12 dan 18 bulan dipandang dari segi aspek perkembangan bicara anak.
3.      Model yang baik untuk ditiru oleh anak didalam proses bicara
Mengucapkan kata dengan betul dan kemudian menggabungkannya menjadi satu kalimat yang betul maka anak harus memiliki model bicara contohnya pada orang dewasa untuk ditiru dari pelafasan yang benar dan baik.
4.      Kesempatan untuk berpraktek
Karena alasan apapun kesempatan berbicara dihilangkan jika mereka tidak dapat membuat orang lain mengerti dan mereka akan putus asa dan marah.
5.      Bimbingan
Cara yang paling baik untuk membimbing belajar berbicara yaitu :
a)      Menyediakan model yang baik.
b)      Mengatakan kata-kata dengan perlahan dan cukup jelas sehingga anak dapat memahaminya.
c)      Memberikan bantuan mengikuti model tersebut dengan membetulkan setiap kesalahan yang mungkin dibuat anak dalam meniru model tersebut.
Keterlambatan dan bahaya di dalam perkembangan bicara pada anak
Apabila tingkat perkembangan bicara berada dibawah tingkat kualitas perkembangan bicara anak yang umumnya sama yang dapat diketahui dari ketepatan penggunaan di dalam kosa kata (bahasa) anak tersebut pada saat bersama teman sebayanya berbicara menggunakan kata-kata terus dianggap muda diajak bermain dengan kata-kata. Keterlambatan berbicara tidak hanya mempengaruhi penyesuaian akademis dan pribadi anak pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca pada awal anak masuk sekolah. Banyak penyebab keterlambatan bicara pada anak umumnya adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang membuat anak tidak mungkin belajar berbicara sama baiknya seperti teman-teman sebayanya, yang kecerdasannya normal atau tinggi kurang motivasi karena anak mengetahui bahwa mereka dapat berkomunikasi secara memadai dengan bentuk prabicara dorongan orangtua, terbatasnya kesempatan praktek berbicara karena ketatnya batasan tentang seberapa banyak mereka diperbolehkan berbicara dirumah. Salah satu penyebab tidak diragukan lagi paling umum dan paling serius adalah ketidakmampuan mendorong atau memotivasi anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak diberikan rangsangan didorong untuk berceloteh, hal ini akan menghambat penggunaan didalam berbahasa atau kosa kata yang baik dan benar.Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak terlihat dari fakta bahwa apabila orang tua tidak hanya berbicara kepada anak mereka tetapi juga menggunakan kosa kata yang lebih luas dan bervariasi, adapun kemampuan anak didalam berbicara yang berkembang sangat pesat dan cepat.Gangguan atau bahaya didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :
1.      Kelemahan didalam berbicara (berbahasa) kosa kata
2.      Lamban mengembangkan suatu bahasa atau didalam berbicara
3.      Sering kali berbicara yang tidak teratur
4.      Tidak konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua atau guru.

Kesalahan yang umum didalam pengucapan atau bahasa (berbicara) pada anak yaitu :
1.      Menghilangkan satu suku kata atau lebih biasanya terletak ditengah-tengah kata contohnya : “ketas” padahal “kertas”.
2.      Mengganti huruf atau suku kata seperti “angan” padahal “jangan”
3.      Menghilangkan huruf mati yang sulit untuk diucapkan oleh anak contohnya : z,w,s,d, dan g.
4.      Huruf-huruf hidup khususnya O yang paling sulit dikatakan anak.
5.      Singkatan gabungan huruf mati yang sulit diucapkan oleh anak contohnya : “st, sk, dr, fl, str”.
Faktor –Fakltor yang Mempengaruhi Banyaknya Anak Berbicara
a)      Intelegensi
Semakin cerdas anak, samakin cepat keterampilan berbicara yang dikuasai sehingga semakin cepat dapat berbicara
b)      Jenis Disiplin
Anak yang dibesarkan dengan disiplin yang cenderung lebih lemah lebih banyak berbicara daripada anak yang orangtuanya bersikap keras dan berpandangan bahwa “anak harus dilihat tidak didengar”
c)      Posisi Urutan
Anak sulung didorong untuk lebih banyak berbicara daripada adiknya.
d)     Besarnya Keluarga
Dalam keluarga besar, disiplin yang ditegakkan lebih bersifat otoriter dan ini menghambat anak-anaknya untuk berbicara sesukanya.
e)      Status Sosial Ekonomi
Dalam keluarga kelas rendah, kegiatan keluarga cenderung kurang terorganisasi dari pada keluarga kelas menengah dan atas. Pembicaraan anatr anggota keluarga juga jarang dan anak kurang didorong untuk berbicara.
Emosi Awal Masa Kanak-kanak
Anak yang lebih muda mengalami hampir semua jenis emosi yang secara normal dialami oleh orang dewasa. Namun, rangsangan yang membangkitkan emosi dan cara anak mengungkapkan emosi yang membedakan pola emosi anak dan orang dewasa.
Pola-pola emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak, adalah sebagai berikut:
1.      Amarah
Penyebab amarah yang paling umum adalah pertengkaran mengenai mainan, tidak tercapainya keinginan dan serangan yang hebat dari anak lain. Ungkapan amarah anak diungkapkan dengan menangis, berteriak, menggertak, menendang, melompat-lompat, atau memukul.
2.      Takut
Pembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman yang kurang menyenangkan berperan penting dalam menimbulkan rasa takut, seperti cerita-cerita, gambar-gambar, acara radio dan televisi, dan film-film dengan unsur yang menakutkan. Pada mulanya reaksi anak terhadap takut adalah panik, kemudian menjadi lebih khusus seperti lari, menghindar, bersembunyi, menangis dan menghindari situasi yang menakutkan.
3.      Cemburu
Anak menjadi cemburu bila ia mengira bahwa minat dan perhatian orang tua beralih kepada orang lain dalam keluarga, baisanya adik yang baru lahir. Anak yang lebih muda dapat mengungkapkan kecemburuannya secara terbuka atau menunjukkannya dengan kembali berperilaku seperti anak kecil, seperti mengompol, pura-pura sakit atau menjadi nakal untuk menarik,
4.      Ingin Tahu
Anak mempunyai rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru yang dilihatnya, juga mengenai tubuhnya sendiri dan tubuh orang lain. Reaksi pertama adalah dalam bentuk penjelajahan sensomotorik, kemudian sebagai akibat dari tekanan sosial dan hukuman ia bereaksi dengan bertanya.
5.      Iri Hati
Anak-anak sering iri hati mengenai kemampuan atau barang yang dimiliki oleh orang lain. Iri hati ini di ungkapkan dalam berbagai macam cara, yang paling umum adalah dengan cara mengeluh tentang barangnya sendiri, dengan ,mengungkapkan keinginannya untuk memiliki barang seperti yang dimiliki oleh orang lain, atau dengan cara mengambil barang yang menimbulkan iri hati.
6.      Gembira
Anak-anak merasa gembira karena sehat, situasi yang tidak layak seperti bunyi yang tiba-tiba atau yang tidak diharapakan, bencana yang ringan, membohongi orang lain dan berhasil menyelesaikan tugas yang dianggap sulit.
Anak akan mengungkapkan kegembiraannya dengan tersenyum, tertawa, bertepuk tangan, melompat-lompat, memeluk benda atau orang yang membuatnya bahagia.
7.      Sedih
Anak-anak merasa sedih karena kehilangan segala sesuatu yang dicintai atau yang dinggap penting bagi dirinya. Secara khas anak mengunggkapkan rasa sedihnya dengan menangis dan dengan kehilangan minat terhadap kegiatan normalnya termasuk kegiatan makan.
8.      Kasih Sayang
Anak-anak belajar mencintai orang, binatang, atau benda yang menyenangkan. Ia mengungkapkan kasih sayang secara lisan bila sudah besar, tetapi ketika masih kecil anak menyatakannya secara fisik dengan cara memeluk, menepuk, dan mencium objek kasih sayangnya.
Melalui pergaulan atau hubungan sosial, baik dengan orang tua, anggota keluarga, orang dewasa lainnya maupun teman bermainnya, anak mulai mengembangkan bentuk-bentuk tingkah laku sosial. Menurut Yusus (2002), bentuk-bentuk tingkah laku sosial pada usia anak itu adalah sebagai berikut:
a)      Pembangkangan (negativisme), yaitu suatu bentuk tingkah laku melawan, tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Tingkah laku melawan merupakan salah satu bentuk dari proses perkembangan tersebut.
b)      Agresi (agression), yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi ini mewujud dalam prilaku menyerang, seperti, memukul, mencubit, menendang, menggigit, marah-marah dan mencaci maki.
c)      Berselisih atau bertengkar (quarreling), terjadi apabila seorang anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap dan prilaku anak lain, seperti diganggu pada saat mengerjakan sesuatu atau direbut barang atau mainannya.
d)     Menggoda (teasing), yaitu sebagai bentuk lain dari tingkah laku agresif. Menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan). Sehingga menimbulkan reaksi marah pada orang yang diserangnya.
e)      Persaingan (rivarly), yaitu keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong (distimulasi) orang lain.
Sedangkan menurut Hurlock (1980 : 81) perilaku sosial anak-anak pra sekolah dapat dikategorikan menjadi dua pola yaitu pola perilaku sosial dan tidak sosial:
a)      Pola Sosial.
1.      Meniru
Agar sama dengan kelompok, anak meniru sikap dan perilaku orang yang sangat ia kagumi.
2.      Persaingan
Keinginan untuk mengungguli dan mengalahkan orang-orang lain.
3.      Kerjasama
Pada akhir tahun ketiga bermain kooperatif dan kegiatan kelompok mulai berkembang dan meningkat dengan baik dalam frekwensi maupun lamanya berlangsung, bersamaan dengan meningkatnya kesempatan untuk bermain dengan anak lain.
4.      Simpati
Karena simpati menumbuhkan pengertian tentang perasaan-perasaan dan emosi orang lain.
5.      Empati
Seperti halnya simpati, empati menumbuhkan pengertian tentang perasaan dan emosi orang lain tetapi di samping itu juga membutuhkan kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain.
b) Pola Tidak Sosial
1.      Negativisme
Negativisme atau melawan otoritas orang dewasa.
2.      Agresif
Perilaku agresif meningkat antara usia dua atau empat tahun.
3.      Perilaku Berkuasa
Perilaku Berkuasa atau merajai mulai usia sekitar tiga tahun.
4.      Memikirkan Diri Sendiri
Karena cakrawala sosial anak terutama terbatas di rumah, anak-anak seringkali memikirkan diri sendiri, dengan meluasnya cakrawala lambat laun perilaku memikirkan diri sendiri berkurang tetapi perilaku murah hati masih sangat sedikit.
5.      Mementingkan Diri Sendiri
Seperti halnya perilaku memikirkan diri sendiri lambat laun diganti oleh minat dan perhatian kepada orang-orang lain, cepatnya perubahan ini bergantung pada banyaknya kontak orang-orang di luar rumah dan berapa besar keinginan mereka untuk diterima teman-temannya.
Disiplin Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a)      Disiplin Otoriter
Bentuk disiplin tradisional dan yang berdasarkan pada ungkapan kuno yang mengatakan bahwa “menghemat cambukan berarti memanjakan anak”.
b)      Disiplin yang Lemah
Berkembang sebagai proses terhadap disiplin otoriter yang dialami oleh banyak orang dewasa dalam masa kanak2nya. Melalui akibat dari perbuatannya sendir, anak – anak belajar bagaimana berperilaku secara sosial.
c)      Disiplin Demokratis
Prinsip demokratis menekankan hak anak untuk mengetahui mengapa peraturan2 dibuat dan memperoleh kesempatan mengemukakan pendapatnya sendiri bila menurutnya peraturan itu tidak adil.
Pengaruh Disiplin Pada Anak-Anak
Pengaruh pada perilaku :
1.      Anak yang orang tuanya lemah akan meningkatkan diri sendiri, tidak menghiraukan hak-hak orang lain, agresif & tidak sosial.
2.      Anak dengan disiplin yang keras, otoriter, akan sangat patuh bila dihadapan orang - orang dewasa.
3.      Anak dengan disiplin demokratis, akan belajar mengendalikan perilaku yang salah & mempertimbangkan hak - hak orang lain
Pengaruh pada sikap :
1.      Anak yang orang tuanya melaksanakan disiplin otoriter maupun disiplin yang lemah, cenderung membenci orang - orang yang berkuasa.
2.      Disiplin yang demokratis, dapat menyebabkan kemarahan sementara tetapi bukan kebencian.
Pengaruh pada kepribadian :
1.     Semakin banyak hukuman fisik digunakan, maka anak semakin cenderung menjadi cemberut, keras kepala & negativistik.
2.     Mengakibatkan penyesuaian pribadi & sosial yang buruk.
3.     Penyebab pelanggaran pada awal masa kanak - kanak
4.     Ketidaktahuan anak bahwa perilakunya tidak dibenarkan oleh kelompok sosial.
5.     Sengaja tidak patuh dalam hal yang kecil – kecil umunya akan mendapat perhatian yang besar daripada perilaku yang baik.
6.     Pelanggaran dapat disebabkan oleh kebosanan.
Perkembangan Kepribadian Pada Masa Awal Kanak-Kanak
Pola kepribadian yang dasarnya telah dilatakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam masa awal kanak – kanak. GLASNER mengatakan : bahwa konsep diri anak “ terbentuk didalam rahim hubungan keluarga ”. Dengan berjalannya periode awal masa kanak-kanak, maka anak semakin banyak berhubungan dengan teman-teman sebayanya, baik di lingkungan tetangga, sekolah maupun di pusat perawatan anak. Sikap awal teman-teman, anggota keluarga sangat berperan penting. Karena sekali dasar untuk konsep diri telah diletakkan maka agak sulit untuk diubah.
Kondisi – kondisi yang membentuk konsep diri pada awal masa kanak – kanak :
1.      Cara pelatihan anak.
2.      Cita – cita orang tua.
3.      Posisi urutan.
4.      Kelompok minoritas.
5.      Ketidaknyamanan lingkungan.

Hambatan Pada Masa Awal Kanak-Kanak
Hambatan pada awal masa kanak-kanak secara fisik antara lain :
1.      Kematian
Kematian dalam awal masa kanak-kanak lebih sering disebabkan karena kecelakaan daripada karena penyakit dan karena anak laki-laki lebih banyak mengalami kecelakaan daripada anak perempuan, maka kematian anak laki-laki lebih sering daripada anak perempuan.
2.      Penyakit
Anak-anak sangat mudah terkena semua jenis penyakit, tetapi yang paling umum adalah penyakit pernafasan. Sebagian besar penyakit disebabkan karena sebab-sebab fisiologis, tetapi ada juga yang penyebabnya psikosomatis dan akibat dari ketegangan keluarga.
3.      Kecelakaan
Kebanyakan anak-anak mengalami luka iris, memar, radang, terbakar, patah tulang, otot kaku atau gangguan-gangguan ringan lain sebagai akibat kecelakaan. Anak lain mengalami kecelakaan yang lebih parah sehingga untuk beberapa saat atau untuk selamanya menderita ketidakmampuan.
4.      Tidak menarik
Anak-anak semakin tidak menarik sampai ia memasuki masa akhir kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Pertama, dengan berubahnya bentuk tubuh, anak-anak mulai terlihat kurus dan janggal/kikuk; kedua, rambutnya menjadi lebih kasar dan susah diatur sehingga penampilan anak-anak menjadi kurang rapi; ketiga, terdapat celah-celah di mulut dimana gigi tetap yang tumbuh menggantikan gigi-gigi bayi yang tanggal tampaknya terlampau besar; keempat, anak-anak lebih memperhatikan waktu-waktu yang menyenangkan daripada memperhatikan kerapihan dan kebersihan.
5.      Kejanggalan
Seperti dijelaskan oleh Dare dan Gordon, “anak-anak dari kodratnya tidak kagok atau kikuk dan setelah tahap anak kecil dilampaui,  gerakan yang anggun dari anak kelihatan menakjubkan. Sehingga anak yang gerakannya kikuk dan tidak terkoordinasi akan merasa tidak berbahagia ”. Kekakuan yang aneh ini mungkin disebabkan kerusakan otak pada waktu lahir, keterbelakangan mental atau penyebab fisik lain. Tetapi yang lebih sering terjadi adalah bahwa anak-anak terhambat oleh sikap orang tua yang sangat  melindungi, ketakutan yang disebabkan kecelakaan atau peringatan untuk berhati-hati, hambatan lingkungan atau kurangnya kesempatan untuk berlatih. Ia akan menganggap bahwa teman-temannya lebih baik, suatu perasaan yang akan berkembang menjadi perasaan rendah diri atau minder.
6.      Kegemukan
Secara medis, anak-anak yang berat tubuh dan bentuk tubuhnya 20 persen atau lebih diatas berat anak-anak normal yang seusia, dianggap sebagai “gemuk”.  Kegemukan merupakan bahaya di tingkat usia manapun juga. Pertama, kegemukan membahayakan kesehatan. Kedua, kegemukan membahayakan penampilan tubuh yang menarik. Disamping itu kegemukan merupakan bahaya dalam awal  masa kanak-kanak karena ini adalah terbentuknya kebiasaan makan.
7.      Tangan kidal
Menurut Herron “sepanjang sejarah, tangan kiri mempunyai arti buruk.” Tidak ada alasan fisik mengapa tangan kidal lebih buruk daripada tangan kanan. Ada alasan lain mengapa tangan kidal dianggap berbahaya selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak. Kalau anak yang bertangan kidal mempelajari keterampilan dari orang-orang yang tidak kidal, ia barang kali menjadi bingung bagaimana harus meniru model bertangan kanan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan perkembangan secara psikologis yaitu :
1.      Hambatan dalam berbicara.
Ada 4 hambatan umum sehubungan dengan kemampuan anak berkomunikasi.
1.      Orang lain tidak dapat mengharapkan anak-anak untuk mengerti apa yang dikatakan apabila orang lain memakai kata-kata yang tidak dimengerti anak-anak.
2.      Kalau mutu pembicaraan anakanak begitu buruk sehingga sulit dimengerti, kemampuan berkomunikasi dengan orang lain lebih terancam bahaya daripada kalau ia tidak mendengarkan apa yang dikatakan kepadanya.
3.      Berbahasa dua merupakan hambatan yang serius dalam perkembangan sosial anak-anak.
4.      Menyangkut isi pembicaraan anak.
2.      Hambatan emosional.
Kalau anak mengalami terlalu banyak emosi yang kurang baik dan hanya sedikit mengalami emosi-emosi yang menyenangkan maka hal ini akan menggganggu pandangan hidup dan mendorong perkembangan watak yang kurang baik. Hambatan yang juga besar terhadap penyesuaian pribadi dan sosial berupa ketidakmampuan untuk melakukan emphatic complex. Hal ini disebabkan oleh 2 hal, yaitu :

·         Anak yang ketika bayi tidak pernah mengalami perilaku akrab karena sedikitnya kesempatan untuk memperoleh hubungan yang hangat dan stabil dengan ibu atau pengganti ibu.
·         Perkembangan kasih sayang yang terlampau kuat dari satu orang akan menyebabkan anak merasa kurang aman dan gelisah pada saat perilaku orang yang dicintai tampaknya mengancam, dalam hal tidak menyetujui perilaku yang keliru atau kalau orang yang dicintai memberikan perhatian pada orang lain.
3.      Hambatan sosial
Ada sejumlah bahaya terhadap berkembangnya penyesuaian sosial yang baik pada awal masa kanak-kanak :
·         Kalau pembicaraan atau perilaku anak menyebabkan ia tidak populer diantara teman-teman sebaya, ia tidak hanya akan merasa kesepian tetapi yang lebih penting lagi ia kurang mempunyai kesempatan untuk belajar berperilaku sesuai dengan harapan teman-teman sebaya.
·         Anak yang secara keras dipaksa untuk bermain sesuai dengan seksnya akan bertidak secara berlebihan dan ini akan menjengkelkan teman-teman sebaya.
·         Sebagai akibat perlakuan teman-teman sebayanya, anak mungkin dan seringkali mengembangkan sikap sosial yang tidak sehat.
·         Penggunaan teman khayalan dan binatang peliharaan untuk mengimbangi kurangnya teman.
·         Dorongan orang tua untuk lebih banyak menggunakan waktu dengan anak-anak lain dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu sendiri.

4.      Hambatan bermain
Kalau anak kurang mempunyai teman bermain, baik disebabkan karena lingkungannya terpencil atau karena tidak diterima oleh teman-teman bermain, ia terpaksa bermain sendiri. Beberapa permainan sendiri cukup bermanfaat karena mengajarkan anak-anak untuk berdiri sendiri. Di lain pihak, karena sosialisasi pada awal masa kanak-kanak berkembang melalui bermain dengan teman-teman maka anak yang mempunyai sedikit teman bermain akan kekurangan kesempatan untuk belajar bersikap sosial. Anak yang gemar menonton tv daripada bermain sendiri, akan memiliki teman yang sedikit dan menghabiskan waktunya di depan layar televisi.

5.      Hambatan kepribadian
Hambatan kepribadian yang paling serius adalah perkembangan konsep diri yang paling baik yang dapat disebabkan perlakuan anggota keluarga dan teman-teman, sebab adanya harapan-harapan yang tidak realistis sehingga anak merasa gagal karena tidak dapat mencapai tujuan yang diletakkan oleh orang tua atau disebabkan egosentrisme yang kuat. Apapun sebabnya, konsep diri yang kurang baik mudah berkembang pada awal masa kanak-kanak. Sekali berkembang konsep tersebut sulit diatasi. Hambatan konsep diri yang kurang baik adalah juga karena konsep tersebut cenderung menetap. Aspek pola kepribadian tertentu berubah selama awal masa kanak-kanak sebagai akibat dari pematangan, pengalaman, dan lingkungan sosial serta lingkungan budaya dalam kehidupan anak.
Adanya hambatan-hambatan tersebut bukan berarti tidak bisa di perbaiki. Maka dari itu ada beberapa kondisi yang harus di bangun orang tua dan anak agar hambatan-hambatan tersebut paling tidak bisa di dikurangi kadarnya. Contohnya sebagai berikut :
1.      Kesehatan yang baik
2.      Lingkungan yang merangsang anak memperoleh kesempoatan untuk menggunakan kemampuannya.
3.      Perilakunya yang kekanak-kanakan dan mengganggu diterima oleh orang tua dan bimbingan orang tua dalam belajar berperilaku secara sosial.
4.      Kebijaksanaan dalam menegakkan disiplin yang terencana dan dilaksanakan secara konsisten.
5.      Mengembangkan ekspresi-ekspresi kasih sayang yang wajar.

AKHIR MASA KANAK-KANAK
Akhir Masa Kanak-Kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya, masa akhir kanak-kanak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak. Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku dengan menjelang berakhirnya periode ini dan anak mempersiapkan diri, secara fisik dan psikologis, untuk memasuki masa remaja. Perubahan fisik yang terjadi menjelang berakhirnya masa kanak-kanak menimbulkan keadaan ketidakseimbangan dimana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu dan anak selama beberapa saat merasa terganggu sampai tercapainya penyesuaian diri terhadap perubahan ini.
Ciri Akhir Masa Kanak-Kanak
Orang tua, pendidik, dan ahli psikologi memberikan berbagai label kepada periode ini dan label-label itu mencerminkan ciri-ciri penting dari periode akhir masa kanak-kanak ini.
Label yang digunakan orang tua Bagi banyak orang tua akhir masa kanak-kanak merupakan usia yang menyulitkan yaitu suatu masa dimana anak tidak mau lagi menuruti perintah dan lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya daripada orang tua dan anggota keluarga lain. Karena kebanyakan anak terutama anak laki-laki kurang memperhatikan dan tidak bertanggung jawab terhadap pakaian dan benda-benda miliknya sendiri, maka orang tua memandang periode ini sebagai usia tidak rapih.
Dalam keluarga sendiri sudah jamak terjadi apabila anak laki-laki mengejek saudara perempuannya. Kalau anak perempuan membalas, terjadilah pertengkaran dalam bentuk maki-makian atau serangan fisik. Pola perilaku ini banyak terjadi dalam keluarga yang anaknya terdiri dari anak laki-laki dan perempuan sehingga periode ini oleh banyak orangtua disebut sebagai usia bertengkar.
Label yang digunakan oleh para pendidik Para pendidik melabelkan akhir masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar dimana pada usia tersebut anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan mempelajari pelbagai keterampilan penting tertentu, baik keterampilan kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Para pendidik juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi yaitu suatu masa dimana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak sukses, atau sangat sukses. Sekali terbentuk, kebiasaan cenderung menetap sampai dewasa.
Label yang digunakan ahli psikologi  Bagi ahli psikologi, akhir masa kanak-kanak adalah usia berkelompok yaitu suatu masa dimana perhatian utama anak tertuju pada keinginan diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok, terutama kelompok yang bergengsi dalam pandangan teman-temannya. Oleh karena itu, anak  ingin menyesuaikan dengan standar yang disetujui kelompok dalam penampilan, berbicara, dan perilaku. Keadaan ini mendorong ahli psikologi untuk menyebut periode ini sebagai usia penyesuaian diri. Ahli psikologi juga menamakan masa ini sebagai usia kreatif yaitu suatu masa dalam rentang kehidupan yang menentukan apakah anak-anak akan menjadi konformis atau pencipta karya yang baru dan orisinal. Dan ada juga yang menyebut masa ini sebagai usia bermain yaitu suatu masa yang terdapat tumpang tindih antara ciri-ciri kegiatan bermain anak-anak yang lebih muda dengan ciri-ciri bermain anak-anak remaja. Jadi alasan periode ini disebut sebagai usia bermain adalah karena luasnya minat dan kegiatan bermain itu sendiri.
Perkembangan Fisik Pada Akhir Masa Kanak-Kanak
Pertumbuhan fisik mengikuti pola yang dapat diramalkan meskipun sejumlah perbedaan dapat terjadi. Bentuk tubuh mempengaruhi tinggi dan berat dalam akhir masa kanak-kanak. Anak yang memiliki bentuk tubuh ektomorfik, yang tubuhnya panjang dan langsing, dapat diharapkan tidak seberat anak mesomorfik yang mempunyai tubuh lebih berat. Anak yang berbadan mesomorfik tumbuh lebih cepat daripada anak yang ektomorfik.
Kesehatan dan gizi yang baik merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang diberi imunisasi terhadap penyakit selama awal masa kanak-kanak tumbuh lebih besar daripada anak yang tidak imunisasi.
Ketegangan emosional juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat daripada anak yang mengalami gangguan emosional, meskipun gangguan emosional lebih banyak mempengaruhi berat daripada tinggi.
Pertumbuhan pubertas anak laki-laki cenderung setahun lebih lambat daripada anak perempuan. Anak laki-laki cenderung lebih pendek dan lebih ringan daripada anak perempuan seusianya, sampai ia juga secara seksual menjadi matang.
Keterampilan Akhir Masa Kanak-Kanak
Keterampilan menolong diri sendiri seperti anak yang lebig besar harus dapat makan, berpakaian, mandi, dan berdandan sendiri hampir secepat dan semahir orang dewasa, dan keterampilan tidak memerlukan perhatian sadar yang penting pada awal masa kanak-kanak.
Keterampilan menolong orang lain seperti membersihkan tempat tidur, membersihkan debu dan menyapu. Begitu juga di sekolah mencakup mengosongkan tempat sampah dan membersihkan papan tulis.
Keterampilan sekolah seperti mengembangkan pelbagai keterampilan yang diperlukan untuk menulis, menggambar, melukis, membentuk tanah liat, dan lain sebagainya.
Keterampilan bermain seperti anak yang lebih besar belajar pelbagai keterampilan seperti melempar dan menangkap bola, naik sepeda, sepatu roda, dan berenang.
Minat dan Kegiatan Bermain Pada Akhir Masa Kanak-Kanak
Bermain Konstruktif  Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja, tanpa memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan yang populer di antara anak-anak yang lebih besar. Membentuk sesuatu dengan kayu dan alat lebih menarik anak laki-laki, sedangkan anak perempuan lebih menyukai jenis konstruksi yang lebih halus seperti menjahit, menggambar, melukis, membentuk tanah liat, dan membuat perhiasan.
Menjelajah Seperti anak yang lebih muda, anak yang lebih besar senang memuaskan keingintahuan tentang hal-hal baru yang berbeda dengan menjelajahinya. Tetapi berbeda dengan anak yang lebih muda, anak yang lebih besar tidak puas dengan menjelajah mainan dan benda-benda di sekitar lingkungannya. Anak ingin menjelajah lebih jauh dari lingkungan rumah dan lingkungan tetangga dan menjelajah daerah-daerah baru.
Mengumpulkan Mengumpulkan sebagai sesuatu bentuk bermain, meningkat dengan berjalannya masa kanak-kanak, karena kegiatan mengumpulkan berfungsi sebagai sumber iri hati dan gengsi di antara teman-teman dan juga memberikan kesenangan bagi kolektor.
Permainan dan Olahraga Anak pada periode ini tidak puas lagi memainkan jenis-jenis permainan yang sederhana dan tidak terdiferensiasi. Ia ingin memainkan permainan anak yang lebih besar seperti bola basket, sepak bola, dan baseball. Pada saat anak berusia 10 tahun, permainannya terutama bersifat persaingan dengan pokok perhatian pada keterampilan dan keunggulan.
Pelanggaran yang Umum Pada Akhir Masa Kanak-Kanak
Di rumah :
ü  Berkelahi dengan saudara-saudara
ü  Merusak milik saudaranya
ü  Bersikap kasar kepada saudara yang dewasa
ü  Malas melakukan kegiatan rutin
ü  Melalaikan tanggung jawab
ü  Berbohong
ü  Mencuri milik saudaranya
ü  Sengaja menumpahkan sesuatu
Di sekolah :
ü  Mencuri
ü  Menggunakan kata-kata yang kasar dan kotor
ü  Merusak milik sekolah
ü  Membolos
ü  Menggangu anak-anak lain dengan mengejek
ü  Membaca komik atau mengunyah permen karet selama pelajaran berlangsung
ü  Berbisik-bisik, melucu, atau berbuat gaduh di kelas
ü  Berkelahi dengan teman sekelas
Penggolongan Peran Seks
Dalam perkembangan minat, anak-anak diharapkan hanya untuk mengembangkan minat-minat yang dianggap sesuai dengan peran seksnya. Harapan tersebut diungkapkan dengan mendorong mereka menghadapi bidang-bidang yang sesuai dengan kelompok seks mereka, seperti halnya olahraga. Sepakbola dan baseball dimana anak laki-laki diajak untuk menyaksikan pelbagai pertandingan, sedangkan anak perempuan tidak didorong sekalipun hanya melihat di televisi karena dianggap kurang sesuai. Sebaliknya anak perempuan didorong untuk menonton bagaimana orang berenang dan menyelam, yaitu kegiatan-kegiatan yang dianggap lebih pantas untuk perempuan.
Penggolongan peran seks paling penting dalam penilaian diri. Anak menilai diri sendiri sesuai dengan pandangan orang-orang yang penting dalam hidupnya. Kalau orang tua, guru, atau teman-teman menganggap anak perempuan lebih rendah dari anak laki-laki dan peran serta prestasi anak perempuan tidak sepenting anak laki-laki, tidaklah mengherankan apabila anak laki-laki cenderung menilai tinggi dirinya sedangkan anak perempuan cenderung menilai rendah dirinya. Dalam kecenderungan-kecenderungan ini terletak dasar-dasar untuk kompleks unggul daripada pria dan kompleks rendah diri pada wanita.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Pada Akhir Masa Kanak-Kanak
§  Kondisi Fisik
Kesehatan yang buruk dan cacat fisik menghalangi anak untuk bermain dengan teman-teman dan menyebabkan anak merasa rendah diri dan terbelakang.
§  Bentuk Tubuh
Anak yang terlalu gemuk atau terlalu kecil menurut usianya tidak mampu mengikuti teman-temannya sehingga mengakibatkan perasaan rendah diri.
§  Nama dan Julukan
Nama yang mengakibatkan cemohan dapat mengakibatkan perasaan rendah diri. Julukan yang diambil dari kelucuan fisik dapat menimbulkan rendah diri dan dendam.
§  Status Sosial dan Ekonomi
Kalau anak merasa bahwa ia memiliki rumah yang lebih baik, pakaian yang lebih bagus, dan alat-alat bermain yang lebih baik daripada apa yang dimiliki teman-teman sebayanya, ia akan merasa lebih tinggi dan begitu juga sebaliknya.
§  Keberhasilan dan Kegagalan
Berhasil menyelesaikan tugas memberikan rasa percaya diri dan menerima diri sendiri, sedangkan kegagalan menyebabkan timbulnya perasaan kurang mampu.
§  Seks
Anak perempuan menyadari bahwa peran seks yang harus dijalankan lebih rendah daripada peran laki-laki, dan kesadaran ini menyebabkan menurunnya penilaian diri.

Bahaya Psikologis Pada Akhir Masa Kanak-Kanak
Bahaya Dalam Berbicara Pertama, kosakata yang kurang dari rata-rata menghambat tugas-tugas di sekolahdan menghambat komunikasi dengan orang lain. Kedua, kesalahan dalam berbicara akan membuat anak menjadi sadar diri dan hanya berbicara bila mana perlu. Ketiga, anak yang mempunyai kesulitan berbicara akan terhalang dalam berkomunikasi dan merasa dirinya berbeda. Keempat, pembicaraan yang bersifat egosentris akan ditentang oleh teman-teman.
Bahaya Emosi Anak akan dianggap tidak matang baik oleh teman sebaya ataupun orang dewasa kalau ia masih menunjukkan pola-pola ekspresi emosi yang kurang menyenangkan seperti amarah yang meledak-ledak.
Bahaya Bermain Anak yang kurang memiliki dukungan sosial akan terasa kekurangan kesempatan untuk mempelajari permainan dan olahraga yang penting untuk menjadi anggota kelompok.
Bahaya dalam Konsep Diri Anak yang mempunyai konsep diri yang ideal biasanya merasa tidak puas pada perlakuan orang lain. Kalau konsep sosialnya didasarkan pada pelbagai stereotip, ia cenderung berprasangka dan bersikap diskriminatif dalam memperlakukan orang lain.
Bahaya yang Menyangkut Minat Pertama, tidak berminat pada hal-hal yang dianggap penting oleh teman-teman sebaya dan kedua, mengembangkan sikap yang kurang baik terhadap minat yang dapat bernilai bagi dirinya, seperti kesehatan atau sekolah.
Bahaya Dalam Penggolongan Peran Seks Ada dua bahay umum dalam penggolongan peran seks yaitu kegagalan untuk mempelajari organ-organ peran seks yang dianggap pantas oleh teman-teman sebaya, dan ketidakmauan untuk melakukan peran seks yang disetujui.
KASUS

Dampak Internet Untuk Perkembangan Anak

http://img.carapedia.com/images/article/dampak%20internet%20untuk%20perkembangan%20anak.jpg 


    Internet sudah bukan merupakan hal yang asing bagi anak-anak jaman sekarang. Bahkan di Jogja atau mungkin juga di kota - kota besar bisa kita temukan anak-anak berseragam Sekolah Dasar yang asyik di depan komputer di warnet - warnet umum. Pernah iseng saya bertanya, apa yang anak - anak tersebut lakukan di internet, dan jawabannya sangat bervariasi. Mulai mencari bahan untuk mengerjakan tugas, update status facebook, sampai dengan bermain game online. Disadari atau tidak, dampak internet untuk perkembangan anak sangatlah luar biasa. Karena dengan terkoneksi internet, semua hal baik itu hal yang berguna bagi anak maupun hal yang berbahaya untuk perkembangan anak bisa diakses dengan bebas.
 Dampak internet untuk perkembangan anak sendiri dibagi menjadi 2, yaitu  dampak yang positif dan dampak yang negatif. Setiap orang tua pasti menyadari bahwa kemajuan teknologi akan selalu memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Teknologi itu sendiri juga bagai dampak yang berbeda bagi setiap orang. Untuk meminimalisir dampak negatid internet untuk perkembangan anak, dibutuhkan kontrol yang ketat dari masing - masing orang tua. Sekarang yang menjadi masalah adalah bila anak mengakses internet dari warnet umum. Akan sangat kecil kemungkinan bagi orang tua untuk bisa mendampingi anak mereka selama mereka mengakses internet di warnet umum. Oleh karena itu, dibutuhkan banteng agama yang kuat juga pada diri anak sehingga anak sendirilah yang akan menyaring mana yang bagus serta mana yang tidak bagus bagi mereka.
 Berikut ini adalah dampak positif internet untuk perkembangan anak:
·         Internet membuat pola pikir anak menjadi lebih terbuka
·         Internet bisa menumbuhkan daya kreativitas anak
·         Dengan banyak duduk di depan komputer untuk mengakses internet, maka anak akan memiliki koordinasi yang baik antara mata, otak, dan tangan.
·         Internet juga bisa memberikan dampak yang positif bagi anak dalam memecahkan masalah yangs edang mereka hadapi
·         Dengan sering berhubungan dengan dunia internet, membuat anak menjadi lebih bisa berfikir kritis dan berkonsentrasi pada suatu hal
·         Internet bisa mengasah kemampuan anak dalam bidang verbal dan non verbal
·         Cara berfikir logis juga bisa ditumbuhkan melalui internet.
·         Kemampuan kognitif memori anak bisa berkembang dengan pesat  bila anak sering mengakses internet.
Berikut ini adalah dampak negatif internet untuk perkembangan anak:
·         Terlalu asyik bermain internet membuat anak mengesampingkan kehidupan sosialnya
·         Tanpa pengawasan yang ketat, anak bisa mengakses semua halaman web yang tersedia. Termasuk konten - konten porno dan konten - konten negatif lainnya.
·         Walaupun memang jumlah teman di dunia maya tidak sedikit jumlahnya, namun tanpa arahan dari orang tua, maka bisa jadi teman - teman di dunia maya tersebut bisa memberikan dampak yang negatif bagi anak kita
·         Data atau segala hal yang tersedia di internet tidak sepenuhnya benar dan anak belum mampu untuk membedakan serta menyaring informasi mana yang benar serta jenis informasi mana yang salah. 
·         Anak yang banyak mengakses internet untuk mengerjakan tugas sekolahnya cenderung menjadi pribadi yang plagiat serta memiliki kemampuan yang buruk dalam menulis essay.
·         Dengan banyak mengakses internet, anak akan kesulitan dalam membedakan mana hal yang real serta mana hal yang tidak real. 
DAFTAR ISTILAH
Ektomorfik          : Postur tubuh anak yang relatif kurus
Mesomorfik         : Postur tubuh anak yang kuat berotot
Endomorfik         : Postur tubuh anak yang gemuk lembek
Egosenteris          : Menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran
Stereotipe            : Sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat
Premature            : Bayi lahir lebih awal dari waktu rata-rata
Postmature          : Bayi lahir lebih lambat dari waktu rata-rata
Anoxia                 : hilangnya oksigen untuk otak yang bersifat sementara
PENUTUP
Kesimpulan
1.      Periode pranatal yang berlangsung dari saat pertumbuhan sampai kelahiran dan lamanya sekitar sembilan bulan, dimana pada priode ini jenis keamin individu ditentukan, kondisi-kondisi dalam tubuh ibu mendorong atau mengganngu pola perkembangan pranatal , di mana pertumbuhan dan perkembangan secara proposional lebih besar dari pada periode-periode lain, dimana tedapat banyak bahaya baik fisik maupun psikologi.
2.      Dari semua sikap keluarga sikap ibu paling penting karena erat hubungannya antara ibu dan anak selama tahun-tahun awal,tahun-tahun petumbuhan anak.
3.      Periode bayi neonatal mencakup sekitar dua minggu setelah kelahiran, waktu itu digunakan bayi untuk menyesuaikan diri dilingkungan baru diluar rahim ibu. Bayi ini harus melakukan beberapa penyesuaian yaitu perubahan suhu,mengisap dan menelan, bernafas dan membuang kotoran.
4.      Banyak kondisi-kondidi yang dapat mempengaruhi penyesuaian bayi terhadap lingkungannya yang baru antara lain lingkungan pranatal, lamanya periode kehamilan,proses persalinan normal atau tidak,perawata pasca natal dan sikap orang tua. Apa yang dirasain orang tua si bayi juga merasakannya, oleh sebab itu janganlah orang tua merasa sedih maupun murung karena itu dapat mengganggu penesuaian diri si bayi yang merugikannya di masa yang akan datang.
5.      Masa bayi merupakan tahun-tahun dasar untuk masa pertumbuhan dan perubaha yang pesat dan berkurangnya ketergantungan, masa ini disebut juga masa individualitas dan permulaan sosialisasi, masa pergolongan peran seks, masa menarik sekaligus masa berbahaya. Bayi yang terlambat dalam menguasai tugas-tugas perkembangan masa bayi yaitu tugas yang membautnya tidak bergantung kepada orang lain mengalami hambatan kalau ia mencapai masa kanak-kanak.
6.      Emosi bayi berbeda dengan emosi anak yang lebih besar. Pola bermain si bayipun mengikuti pola yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan fisik,motorik, dan mental. Masa bayi di anggap sebagai periode kritisdalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa di letakkan.
7.      Selama tahun pertama bahaya fisik lebih banyak jumlahnya di bandingkan bahaya psikologis, pada tahun kedua begitu sebaliknya, ketidakbahagiaan menjelang pada masa bayi berakhir, meskipun kebanyakan bayi rasa tidak bahagia lebih banyak dialami dari pada rasa bahagia.
8.      Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun, perkembangan fisik berjalan lambat namun kebiasaan fisiologis lebih baik, awal masa kanak-kanak disebut juga masa pembelajaran di mana anak-anak suka mengulang, mudah mengingat, dan senang mencoba hal-hal yang baru.
9.      Ketidaktepatan dalam mengerti sesuatu, merupakan hal yang umum pada masa kana-kanak karena banyak konsep kekanakan dipelajari tanpa cukup bimbingan dan karena si anak sering didorong untuk memandang kehidupan secara tidak realistis agar lebih menrik dan semarak.
10.  Awal masa anak-anak ditandai dengan moralitas dengan paksaan, dimana si anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian. Periode ini juga merupakan masa penegakkan disiplin dengan cara yang berbeda seperti otoriter, lemah dan demokratis. Pada masa ini juga mengalami bahaya fisik dan psikologi.
11.  Kebahagian pada masa awal kanak-kanak bergantung pada kejadian yang menimpanya dirumah daripada kejadian diluar rumah.
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Sarwono, Sarlito W. 2009. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar